Tech

BRIN Rancang Satelit Penginderaan Jauh yang Bisa Dioperasikan Sendiri

Salah satu tugas dan fungsi satelit ini menjadi pemasok data citra penginderaan jauh.


BRIN Rancang Satelit Penginderaan Jauh yang Bisa Dioperasikan Sendiri
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. (brin.go.id)

AKURAT.CO, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengusulkan pengadaan konstelasi satelit penginderaan jauh operasional.

Pengadaan ini dinilai penting karena Indonesia merupakan salah satu negara yang terdepan di kawasan Asia Tenggara, dalam pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk pembangunan.

"Saat ini, perencanaan untuk pengadaan infrastruktur antariksa tersebut tengah disusun. Termasuk jaminan keberlanjutannya, yang akan melibatkan industri nasional," kata Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Triharjanto, dilansir dari laman BRIN, Rabu (18/5).

baca juga:

Heru juga mengatakan, dengan adanya metodologi baru, yakni penggunanya kecerdasan buatan (AI) dapat membuka banyak kemungkinan aplikasi baru dari penginderaan jauh.

Salah satunya dengan data fussion dari berbagai macam sensor yang sebelumnya tidak dianggap sebagai sensor yang bisa memberikan nilai bagi penginderaan jauh.

"Dengan demikian, di masa depan, BRIN akan meningkatkan ketersediaan data penginderaan jauh tersebut. Terutama di segmen data yang pertumbuhan penggunanya sangat pesat, yaitu di resolusi sangat tinggi dan Synthetic Aperture Radar (SAR)," kata Heru.

Sementara itu, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menyatakan, kedepannya, BRIN juga akan merealisasikan kemandirian pengadaan data citra satelit penginderaan jauh yang dapat dioperasikan sendiri.

"Saat ini, BRIN sedang dalam proses perencanaan yang sangat komprehensif untuk memiliki dan mengembangkan satelit-satelit operasional. Jadi bukan sekadar satelit eksperimental. Tetapi juga satelit operasional, yang salah satu tugas dan fungsinya menjadi pemasok data citra penginderaan jauh, baik untuk akurasi data 50 cm, 1m, 5 m, 10 m, dan seterusnya," jelas Handoko.

Selain itu, satelit-satelit tersebut juga akan dilengkapi dengan berbagai sensor dan perlengkapan yang akan mampu melihat perubahan cuaca.

Dengan begitu, mampu memberikan kemampuan untuk melakukan prediksi cuaca, seperti mendukung BMKG untuk prediksi cuaca dengan lebih akurat dan lebih baik.

"Semua ini akan dikelola dan dioperasionalkan secara profesional, bekerja sama dengan mitra pelaku usaha. Untuk itu, saya mengundang segenap pelaku usaha.

Baik dari BUMN maupun swasta, untuk dapat bekerja sama dengan BRIN dalam mengembangkan satelit dan mengoperasionalkan satelit-satelit yang akan kita miliki kedepannya.

Termasuk ground-ground station, yang saat ini dioperasionalkan oleh kami sebelumnya di BRIN," papar Handoko.

Ia juga menegaskan, BRIN akan terus berkomitmen untuk melayani data citra yang berasal dari satelit penginderaan jauh, yang bisa dimanfaatkan oleh kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, BUMN, maupun swasta.

Menurut Handoko, Citra satelit memegang peranan yang sangat penting tidak hanya terkait pemetaan.

Tetapi bagaimana Indonesia mampu memitigasi dan melakukan monitoring, seperti prediksi mitigasi kebencanaan, monitoring kebakaran hutan, dan memprediksi aliran plankton untuk menetapkan zonasi-zonasi penangkapan ikan secara lebih efisien.

Di samping itu, teknologi penginderaan jauh dinilai telah berkembang sangat pesat. Data citra satelit penginderaan jauh sendiri telah dimanfaatkan di berbagai sektor.

Mulai dari pertanian, perkebunan dan pertambangan, tata ruang, sumber daya air dan Daerah Aliran Sungai (DAS), lingkungan, kehutanan dan kebencanaan, pesisir dan laut, hingga kepentingan strategis lainnya. 

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Robertus Heru Triharjanto, mengatakan, BRIN sedang mengusulkan untuk pengadaan konstelasi satelit penginderaan jauh operasional. 

Hal ini penting, mengingat, Indonesia merupakan salah satu yang terdepan di Kawasan Asia Tenggara, dalam pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk pembangunan.[]