News

Ditembak di Kepala, Remaja Palestina Usia 16 Tahun Tewas

Korban diidentifikasi sebagai Ahmad Beni Shamsa


Ditembak di Kepala, Remaja Palestina Usia 16 Tahun Tewas
Bendera Palestina berkibar saat seorang pemuda mengibarkan tanda kemenangan menuju pos terdepan pemukim baru Israel di desa Beita, selatan Nablus di Tepi Barat yang diduduki, Minggu (13/6) (JAAFAR ASHTIYEH/AFP via Getty Images)

AKURAT.CO, Seorang pemuda Palestina kembali menjadi korban tembakan tentara Israel. Seperti diungkap saksi kepada Anadolu Agency, korban ditembak di bagian kepala di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (16/6) waktu setempat. 

Saksi mata menuturkan bahwa korban masih hidup meski mengalami luka parah. Namun, pada Kamis (17/6) pagi waktu setempat, ANews melaporkan bahwa korban sudah meninggal. Ia menghembuskan napas terakhir saat berada dalam perawatan Rumah Sakit Bedah Rafidia di kota Nablus.

Korban diidentifikasi sebagai Ahmad Beni Shamsa, pemuda Palestina yang baru berusia 16 tahun. Ahmad terluka selama protes oleh penduduk desa Beita di kota Nablus. Tidak diketahui apakah saat itu, Ahmad ikut protes atau tidak. Namun, saat insiden terjadi, warga Beita tengah memprotes pendirian pos pemukiman di tanah mereka di Jabal Sabih.

Saat protes itulah, militer Israel berusaha membubarkan massa, tetapi dengan menggunakan peluru tajam.

Diyakini, ketika itu, Ahmad tertembak, dan langsung dibawa ke rumah sakit karena kondisi kritisnya.

Kematian Ahmad terjadi tidak lama setelah kasus serupa terjadi di Nablus. Mengutip dci-palestine, pada 11 Juni lalu, pasukan Israel juga menembak mati seorang remaja Palestina berusia 16 tahun. Korban kemudian diidentifikasi sebagai Mohammad Said Mohammad Hamayel, dan ia ditembak peluru tajam sekitar pukul 16.30 waktu setempat. 

Mirip seperti Ahmad, Mohammad juga terkena peluru saat warga Beita menggelar protes pembangunan pos pemukiman ilegal Israel. Namun, saat itu, Mohammad tidak ditembak pada bagian kepala, tetapi pada bagian dadanya. 

Menurut laporan, peluru masuk ke sisi kanan dada Mohammad dan keluar dari sisi kiri, mengenai lengan kirinya. Mohammad kemudian dilarikan ke rumah sakit lapangan Beita. Di sana, ia dinyatakan meninggal.

Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan pemukiman Yahudi di sana ilegal. []