Ekonomi

BPS Sebut Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD2,36 Miliar di Mei 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 2,36 miliar pada Mei 2021.


BPS Sebut Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD2,36 Miliar di Mei 2021
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor dan impor pada Juli 2018. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia tembus US$ 16,24 miliar atau tumbuh 19,33% secara tahunan. Sementara impor naik 31,56% tahunan menjadi US$18,27 miliar. Sehingga defisit neraca perdagangan bulan lalu mencapai US$2,03 miliar. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,36 miliar pada Mei 2021.

Angka ekspor sendiri tercatat mengalami penurunan secara bulanan menjadi US$16,6 miliar pada Mei 2021 dari US$18,49 miliar pada April 2021.

Sementara dari sisi impor, Indonesia mengimpor sebesar US$14,23 miliar per Mei 2021, turun 12,16% dibandingkan bulan April 2021.

Dengan demikian, selisih antara ekspor dan impor Mei menghasilkan angka surplus US$2,36 miliar pada neraca perdagangan.

"Neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 ini kembali surplus US$2,36 miliar dan ini lebih tinggi dari bulan April lalu. Jika kita lihat tren, Mei ini yang tertinggi selama 2021," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam sesi telekonferensi, Selasa (15/6/2021).

Suhariyanto menjelaskan, secara tahunan, ekspor mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 58,76%.

"Hal ini ditopang oleh kenaikan ekspor migas sebesar 66,99% dan non migas sebesar 58,3%," ujarnya.

Indonesia tercatat mengimpor sebesar US$14,23 miliar per Mei 2021, dan angka ini turun 12,16% dibandingkan bulan April 2021.

"Hal itu terjadi karena adanya penurunan impor non migas 14,16%, kendati impor migas masih naik 1,9%" jelasnya.