Ekonomi

BPS: Nilai Tukar Petani pada Maret 2020 Turun 1,22 Persen


BPS: Nilai Tukar Petani pada Maret 2020 Turun 1,22 Persen
Petani memanen sayuran bayam dari sawah yang ada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/1). Musim hujan di kawasan ini membuat panen bayam terus meningkat. Bayam ini nantinya akan dijual ke ipasar kawasan Tangerang dengan harga jual setiap ikatnya dua ribu rupiah. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2020, nilai tukar petani (NTP) secara nasional turun 1,22 persen dibandingkan dengan NTP Februari 2020, yakni 103,35 turun menjadi 102,09.

Penurunan NTP pada Maret 2020 disebabkan oleh turunnya indeks harga hasil produksi pertanian, sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian mengalami kenaikan.

"Penyebab utama turun karena turunya harga gabah, dan berdekatan dengan musim panen Maret dan April," ucap Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers melalui video conference di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Penurunan NTP Maret 2020 dipengaruhi oleh turunnya NTP di seluruh subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,30 persen, dan Subsektor Hortikultura sebesar 0,79 persen.

Kemudian untuk Subsektor NTP Tanaman Pangan (NTPP) terjadi penurunan 1,30 persen. Sedangkan NTP Hortikultura (NTPH) turun 0,79.

Untuk NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR), mengalami penurunan sebesar 1,91 persen.

Adapun NTP Peternakan dan Perikanan masing-masing juga turun sebesar 0,11 persen dan 0,35 persen.

Dari 34 provinsi sebanyak 28 provinsi mengalami penurunan NTP, sedangkan enam provinsi mengalami kenaikan NTP. Penurunan NTP terbesar pada Maret 2020 terjadi di Provinsi Riau yaitu sebesar 3,51 persen, sedangkan kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara, yaitu sebesar 0,76 persen.

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. []