News

BPBD Lakukan Upaya Penanganan Darurat Pasca Gempa Magnitudo 6,1 SR di Jatim

BPBD kabupaten dan kota mendirikan pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat secara efektif pasca gempa


BPBD Lakukan Upaya Penanganan Darurat Pasca Gempa Magnitudo 6,1 SR di Jatim
Rapat koordinasi BPBD lintas wilayah di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (4/12/2020). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota langsung melakukan upaya penanganan darurat pasca gempa magnitudo 6,1 skala richter (SR) yang mengguncang beberapa wilayah di Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (10/4), pukul 14.00 WIB.

"Saat ini penanganan darurat masih berlangsung di lapangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan resminya, Senin (12/4/2021).

Menurutnya, BPBD kabupaten dan kota mendirikan pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat secara efektif pasca gempa.

Posko ini, kata dia, membantu dalam pengelolaan pelayanan kepada warga terdampak, seperti dapur umum dan pengungsian.

"Salah satunya BPBD Kabupaten Lumajang yang mendirikan 2 tenda pengungsian. Lokasi pengungsian berada di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, BPBD juga bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengoperasionalkan dapur umum.

"Pelayanan permakanan ini melayani warga yang mengungsi di Ampelgading, Kabupaten Malang, dan Desa Kaliulung, Kabupaten Lumajang," ucapnya.

Sementara itu, BPBD Provinsi Jatim telah mendorong logistik, beras, lauk pauk, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, mie instan, sembako lain, selimut, terpal.

"Tak lupa BPBD juga mengirimkan masker kain dan hand-sanitizer sebagai upaya pencegahan Covid-19," tuturnya.[]