News

Boyke Jadi Korban Penipuan Modus Tukar Kartu ATM, Begini Kronologisnya

Polres Metro Jakarta Pusat komplotan penipu bermodus tukar kartu ATM di bilik Anjungan Tunai Mandiri (ATM).


Boyke Jadi Korban Penipuan Modus Tukar Kartu ATM, Begini Kronologisnya
Tiga sekawan penipu dibekuk polisi Polres Metro Jakarta Pusat (Badri/Akurat.co)

AKURAT.CO, Polres Metro Jakarta Pusat meringkus komplotan penipu bermodus tukar Kartu ATM di bilik Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Pelaku yang ditangkap berjumlah tiga orang, yakni Abdul Samad, Indri Leonard Bekko, dan Herman Amir. Sementara korbannya seorang pria kelahiran Makasar bernama Boyke.

Peristiwa kejahatan itu bermula saat Boyke berada di Jalan Kebon Kacang IV, Kebon Kacang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/6/2022) sekira pukul 15:00 WIB. 

baca juga:

Saat itu, Boyke dihampiri Bekko yang berpura-pura mengaku sebagai warga negara (WN) Brunei Darussalam. Kemudian, Bekko bercerita sedang menjalankan bisnis jual beli handphone. Untuk keperluan bisnis itu, pelaku meminta Boyke mengantarkannya ke pusat jual beli handphone, Roxi dengan iming-iming akan memberikannya handphone. 

Tidak lama setelah itu, Samad datang. Melihat kedatangan Samad, Bekko seolah tak mengenalnya dan menanyakan hal yang sama. Samad lalu meyakinkan korban untuk mengikuti permintaan tolong Bekko. 

"Dalam perjalanan ke Roxy menggunakan mobil, tersangka 2 (Samad) berbicara kepada tersangka 1 (Bekko) ingin membeli handphone dalam jumlah banyak dan tersangka 2 menyetujuinya, namun pembayarannya harus transfer," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2022). 

Namun, saat itu, Bekko mengaku tak memiliki rekening bank Indonesia. Ia lalu meminta tolong kepada Boyke untuk meminjamkan rekeningnya. Untuk meyakinkan Boyke, Bekko lagi-lagi menebar janji akan memberikan sebagian keuntungannya kepada Boyke sebesar 15 persen. 

"Hingga untuk meyakinkannya lagi, tersangka 1 (Bekko) meminta tolong kepada korban untuk menanyakan apakah benar tersangka 2 (Samad) mempunyai uang di kartu ATM-nya untuk membeli handphone miliknya," ungkap Kapolres Komarudin. 

Lalu, untuk meyakinkannya lagi, pelaku mengajak Boyke ke mesin ATM terdekat untuk melihat angka di rekening tersangka 2 (Samad) dan terlihat benar bahwa tersangka 2 (Samad) memiliki uang dengan jumlah sebesar Rp199.000.000.