Rahmah

Bosan di Rumah Terus Karena PPKM? Yuk, Amalkan Doa ini untuk Menolak Rasa Galau

Doa ini meminimalisir rasa besan dan jenuh karena suatu hal


Bosan di Rumah Terus Karena PPKM? Yuk, Amalkan Doa ini untuk Menolak Rasa Galau
Ilustrasi berdoa di rumah (pexels.com)

AKURAT.CO  Pandemi membuat masyarakat harus banyak tidak keluar rumah. Apalagi setelah pemerintah memberlakukan PPKM Darurat, PPKM Level 4, dan lain sebagainya. Warga Indonesia harus mengikuti ketentuan pemerintah untuk menekan penularan Covid-19 yang lebih banyak lagi.

Namun, sebagai makhluk sosial, kadang kita bosan dan jenuh karena harus selalu di rumah. Tidak bisa pergi ke mana-mana seperti waktu normal sebelum ada pandemi Covid-19. 

Agar rasa bosan itu hilang, ada doa penting yang patut dibaca oleh Anda orang Islam, yang disebutkan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibn Sirin, sebagai berikut bunyi haditsnya:

روينا في كتاب ابن السني، عن الوليد بن الوليد رضي اللّه عنه أنه قال‏:‏ يارسول اللّه‏!‏ إني أجدُ وحشةً، قال‏:‏‏"‏إذَا أخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَقُلْ‏:‏ أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏.‏ فإنَّها لا تَضُرُّكَ أوْ لا تَقْرَبُكَ‏

Artinya: “Diriwayatkan kepada kami di Kitab Ibnu Sinni dari Al-Walid Ibnul Walid ra., ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya merasa gelisah.’ ‘Bila kau naik ke tempat tidur, hendaklah berdoa, ‘A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.’ Niscaya ia tidak membahayakanmu atau tidak mendekatimu,’” (HR Ibnu Sinni).

Dari hadits di atas dapat disimpulkan doa yang dapat dibaca saat Anda galau dan gelisah karena di rumah terus adalah sebagai berikut:

أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ‏ 

A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn. 

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir.”

Selain doa di atas, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam karyanya yang membahas doa, Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib, halaman 225, juga menyebutkan hadits yang di dalamnya didapati doa menghadapi rasa sedih dan gelisah, yaitu:

 عن البراء بن عازب أن رجلا اشتكى إلى رسول الله  - صلى الله عليه وسلم -  الوحشة، فقال قل : سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ  جَلَّلْتَ السَّمَوَاتِ وَ الأرْضَ بالعِزَّةِ والجبَرُوتِ، فقالها الرجل فذهب عنه الوحشة 

Artinya: “Dari Al-Barra bin Azib bahwa seseorang mengadu kepada Rasululah saw perihal kerisauannya. Rasulullah memerintahkan, ‘Bacalah, ‘Subhānal malikil quddūs, rabbil malā’ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil ‘izzati wal jabarūt.’ Orang itu kemudian mematuhinya sehingga kerisauan itu pergi,’”