Olahraga

Bos Red Bull: Akan Lebih Baik Jika Verstappen Angkat Mahkota Juara di Jepang

Bos Red Bull: Akan Lebih Baik Jika Verstappen Angkat Mahkota Juara di Jepang
Bos tim Red Bull Racing, Helmut Marko (kiri), bersama dengan pembalapnya, Max Verstappen (kanan), saat berada di paddock. (PITPASS)

AKURAT.CO - Helmut Marko mengatakan tidak ingin Max Verstappen menjadi juara dunia Formula One (F1) pada akhir pekan ini saat tampil di Grand Prix Singapura, Sirkuit Jalanan Marina Bay, Minggu (02/10) mendatang.

Jika dilihat dari perspektif pemasaran, bos tim Red Bull Racing itu menyebut, akan lebih baik bagi pebalap asal Belanda itu untuk mengamankan mahkota juara saat tampil di Grand Prix Jepang minggu depan, pada 9 Oktober 2022.

Pasalnya, mitra mesin Red Bull adalah Honda, yang notabene-nya adalah pabrikan asal Jepang. Di mana kemenangan gelar di Sirkuit Suzuka akan lebih manis bagi Red Bull dan Honda.

baca juga:

"Dari sudut pandang pemasaran, memenangkan gelar akan lebih baik di Jepang, karena mitra mesin kami Honda," kata Helmut Marko dikutip laman Express.co.uk.

"Tapi, secara umum kita bisa berasumsi bahwa Max (Verstappen) akan menjadi Juara Dunia. Ini hanya masalah kapan (Verstappen bisa mengangkat mahkota juara)."

Verstappen sendiri bisa mendapatkan gelar keduanya pada akhir pekan ini jika dia memenangkan balapan, dan saingan terdekatnya Sergio Perez dan Charles Leclerc mengalami masalah.

Sang juara bertahan akan mengamankan mahkota-nya musim ini jika dia meraih kemenangan dan Leclerc finis tidak lebih baik dari P9, dengan Perez tidak lebih rendah dari P4.

Artinya, jika Perez dan Leclerc bisa sama-sama finis di posisi lima besar, maka pertarungan kejuaraan akan berlanjut ke balapan selanjutnya, F1 GP Jepang.

Tapi, mengamankan gelar juara di Suzuka juga bukan perkara mudah bagi Verstappen, yang berarti gelar tersebut kemungkinan baru bisa dimenangkan pada GP Amerika Serikat akhir bulan.

Verstappen sendiri telah mengamankan 11 kemenangan musim ini, sementara rival terdekatnya Leclerc hanya mampu mengamankan tiga kemenangan.

Bagian dari kesuksesan Red Bull adalah kegagalan Ferrari meraih beberapa poin selama kampanye. Leclerc bahkan harus kehilangan kemenangan usai mengalami kegagalan mesin di Spanyol dan Azerbaijan.

Marko mengaku Red Bull telah membuat perbaikan sepanjang musim ini, sementara rival terdekat mereka, Scuderia Ferrari tampak kesulitan di musim ini.

Dia juga menekankan bahwa masalah yang dialami tim berlogo 'Kuda Jingkrak' itu adalah salah satu alasan penting yang mampu membuat Red Bull sangat nyaman berada di puncak klasemen.

"Mobil kami menjadi lebih baik dan lebih baik, Ferrari di sisi lain memiliki cacat teknis, ditambah kesalahan mengemudi, dan kesenjangan berubah menjadi keunggulan yang nyaman bagi kami dari waktu ke waktu," jelas Marko mengakhiri.

Verstappen saat ini berada di puncak klasemen pebalap dengan koleksi 335 poin, atau unggul 116 poin dari Charles Leclerc yang mengekor di peringkat kedua dengan 219 poin.

Sedangkan pada klasemen konstruktor, Red Bull Racing juga nyaman berada di puncak klasemen dengan koleksi 545 poin, atau unggul 139 poin dari Scuderia Ferrari yang mengekor di tempat kedua dengan koleksi total 406 poin.[]