Ekonomi

Bos Pelindo Yakin Integrasi yang Berjalan Bisa Rangsang Perekonomian Daerah

Bos Pelindo IV Prasetya menilai integrasi pelindo akan berkontribusi positif pada perekonomian nasional dan juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah.


Bos Pelindo Yakin Integrasi yang Berjalan Bisa Rangsang Perekonomian Daerah
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/11/2018). PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) telah melakukan beberapa langkah untuk menuju Pelabuhan yang berbasis Digitalisasi. Program Digitalisasi ini telah membuat semua sistem pengelolaan pelabuhan yang menjadi pintu masuk ke Provinsi Lampung ini terintegrasi menjadi satu. Integrated Port Service ini merupakan program berbasis Terminal Basic Transformation and Sustainability Phase untuk menstan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Prasetyadi mengatakan bahwa integrasi Pelindo akan berkontribusi positif pada perekonomian nasional dan juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

"Integrasi Pelindo akan memudahkan koordinasi pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah sehingga mendorong peningkatan konektivitas hinterland yang akan berdampak pada meningkatnya volume ekspor-impor dan trafik pelabuhan," kata Prasetyadi dalam keterangan resminya, Rabu (15/9/2021).

Ia berpendapat, integrasi Pelindo akan meningkatkan produktifitas dan efisiensi melalui standarisasi proses bisnis dan pelayanan di pelabuhan. Situasi ini secara bertahap akan berdampak terhadap penurunan harga barang yang diangkut.

Saat ini biaya logistik nasional masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain yakni sekitar 23 persen dari total Gross Domestic Product (GDP) Indonesia. Hal itu disebabkan oleh operasi dan infrastruktur pelabuhan yang belum optimal.

“Dengan kondisi tersebut, pemerintah akan melakukan Integrasi Pelindo untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan, layanan logistik yang terintegrasi, serta meningkatkan skala usaha dan penciptaan nilai BUMN Layanan Pelabuhan melalui keunggulan operasional serta komersial dan keuangan,” ujarnya.

Skema integrasi BUMN Pelabuhan dipilih karena mempertimbangkan beberapa faktor antara lain potensi penciptaan nilai yang efisien dan terkoordinasi secara sistematis, fokus kompetensi yang dimiliki saat ini, tingkat disrupsi yang tidak terlalu tinggi karena terdapat penyesuaian sinergi secara bertahap dari business as usual.

Selain itu, cost of fund dapat dioptimalkan dengan sebagai entitas yang lebih besar dan kuat, entitas penerima penggabungan (surviving entity) bisa mengelola aset lebih baik dan efisien, serta penggabungan ini bisa segera diwujudkan karena bisnis yang dimiliki serupa.

Penggabungan ini akan meningkatkan posisi Pelindo terintegrasi menjadi operator terminal peti kemas terbesar nomor 8 dunia dengan target throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.

“Melalui efek multiplier ekonomi, integrasi ini akan menumbuh kembangkan distribusi barang dan jasa antarwilayah, yang pada gilirannya disebabkan oleh indeksi kepuasan pelanggan yang makin tinggi, akan menciptakan investasi-investasi baru. Seiring itu, tenaga kerja bakal terserap lebih banyak,” jelasnya.