Ekonomi

Bos Pelindo IV Pastikan Proses Merger Telah Lalui Kajian Cermat

Bos Pelindo IV Prasetyadi memastikan rencana dan proses merger Pelindo sudah didiskusikan sejak lama dan telah melalui kajian cermat.


Bos Pelindo IV Pastikan Proses Merger Telah Lalui Kajian Cermat
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/11/2018). PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) telah melakukan beberapa langkah untuk menuju Pelabuhan yang berbasis Digitalisasi. Program Digitalisasi ini telah membuat semua sistem pengelolaan pelabuhan yang menjadi pintu masuk ke Provinsi Lampung ini terintegrasi menjadi satu. Integrated Port Service ini merupakan program berbasis Terminal Basic Transformation and Sustainability Phase untuk menstan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Direktur Utama Pelindo IV, Prasetyadi mengungkapkan rencana dan proses merger Pelindo sudah didiskusikan sejak lama dan telah melalui kajian cermat.

"Ini sudah melalui proses panjang, namun baru dapat terealisasi sekarang dikarenakan dalam proses menggabungkan empat kekuatan besar operator bisnis pelabuhan di Indonesia, pemerintah selaku pemegang saham memerlukan waktu, pertimbangan, kajian yang cermat dan hati-hati,” jelas Prasetyadi dilansir dari Antara, Selasa (28/9/2021).

Melalui proses merger ini, lanjut dia, Pelindo terus berkomitmen untuk bisa menjadi lebih baik dalam setiap aspek.

Hal itu dibenarkan Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto pada sosialisasi integrasi Pelindo. Ia mengatakan, ada atau tidak ada merger, sistem itu pasti akan berubah untuk bisa lebih baik. Misal beberapa pelabuhan saat ini belum beroperasi 24 jam, nah perubahan ke depannya adalah bisa melayani 24 jam dan tentunya ini rencana perubahan di pelabuhan Indonesia.

“Jadi tentunya akan ada perubahan teknologi, perubahan sistem, perubahan alat-alat, dan lainnya yang tentunya baik bagi kita semua dan logistic cost di Indonesia,” imbuhnya.

Pasca merger, Pelindo akan membentuk empat klaster bisnis atau subholding untuk anak perusahaan-anak perusahaan yang dimiliki oleh Pelindo I-IV. Subholding dibentuk berdasarkan kategori bisnis. Keempat subholding tersebut adalah: (1) peti kemas, (2) non peti kemas, (3) logistik & hinterland development, dan (4) marine, equipment, & port services.

“Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan, melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM,” tutur Putut.

Sosialisasi integrasi Pelindo ini ditujukan untuk instansi terkait diantaranya adalah Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Dinas Navigasi, Syahbandar, Otoritas Pelabuhan, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, BMKG, dan Kepolisian Pelabuhan.

Sebelumnya,Kementerian BUMN mengungkapkan sejumlah manfaat atau keuntungan dari penggabungan empat Pelindo menjadi satu Pelindo.