Ekonomi

Bos OJK: Produk Syariah Harus Lebih Bagus dan Murah Dibandingkan Konvensional

OJK menegaskan produk keuangan syariah harus lebih bagus dan lebih murah dibandingkan produk konvensional


Bos OJK: Produk Syariah Harus Lebih Bagus dan Murah Dibandingkan Konvensional
Ilustrasi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menegaskan bahwa produk keuangan syariah harus memiliki kualitas lebih bagus dibandingkan konvensional, selain itu dari segi harga juga harus lebih murah. Sebab menurutnya tanpa kedua hal itu roadmap sebagus apapun industri keuangan syariah tidak akan memberikan benefit nilai tambah ke masyarakat. 

Ia menerangkan ketika produk syariah tidak memiliki kualitas yang lebih lebih bagus dan harganya tidak lebih murah, maka akan sulit meyakinkan masyarakat bahwa produk syariah itu memberikan value. Sebab apabila ada value itu maka masyarakat akan berdatangan memilih produk syariah.

"Dan ini mungkin karena Indonesia adalah surganya. Penduduk kita banyak hampir 90% kami yakin akan cari produk syariah. Nah tapi kalau produknya tidak lebih baik dan tidak lebih murah ya orang mikir 2 kali untuk memilihnya. Ini basic yang harus betul-betul kita sadari dan jadi dasar bagaimana roadmap kita kedepan," ungkap Wimboh.

Dalam kesempatan itu, Wimboh menyebutkan bahwa dari ukurannya ternyata pangsa pasar produk keuangan syariah masih 9,96% dari total produk keuangan nasional yang ditawarkan ke masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memilih produk syariah.

"Jadi roadmap kedepan apabila tidak bisa mengangkat angka statistik artinya roadmap tidak jalan, gagal. Ini indikator KPI yang harus kita sepakati bersama," tegas Wimboh. 

Ia mengakui memang saat ini pertumbuhan industri keuangan syariah memang tinggi dibandingkan konvensional, namun karena pangsa pasar masih 9,96% maka masyarakat belum melihat bahwa produk keuangan syariah bisa melayani masyarakat lebih luas. 

" Artinya pertumbuhan jadi salah satu indikator tapi KPInya belum. Sehingga kita jangan bangga pertumbuhan syariah tinggi tapi market share masih rendah. Sehingga perlu lompatan-lompatan yang akan dituangkan dalam roadmap," lanjutnya.

Oleh karena itu, Wimboh menegaskan bahwa roadmap OJK dalam mendukung industri keuangan syariah sangat jelas yakni mendorong lembaga keuangan syariah untuk bisa berkompetisi menawarkan produk dengan yang non syariah.

Ia juga menuturkan, kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan hasil merger dari 3 bank syariah milik BUMN menjadi milestone yang diharapkan mampu mengampu bank syariah yang lain. 

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu