Ekonomi

Bos OJK Minta BSI Jadi 'Bapak Angkat' Lembaga Keuangan Syariah RI

OJK minta BSI menjadi ‘bapak angkat’ dari berbagai lembaga keuangan syariah berskala kecil di Indonesia.


Bos OJK Minta BSI Jadi 'Bapak Angkat' Lembaga Keuangan Syariah RI
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto, Gubernur Bali I Wayan Koster dalam Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) – Temu Stakeholders yang digelar OJK bersama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/4/2021). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.)

AKURAT.CO, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta PT Bank Syariah Indonesia Tbk menjadi ‘bapak angkat’ dari berbagai lembaga keuangan syariah berskala kecil di Indonesia. Sehingga tidak mematikan bisnis dari lembaga keuangan syariah kecil tersebut.

"Dan ini jadi ‘bapak angkat’ bukan harus mematikan yang kecil, enggak harus ngerengkuh, merangkul yang kecil di bawah. Bisa jadi hub produk-produk yang di-generate oleh Bank Syariah Indonesia," jelas Wimboh dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/5/2021).

Dengan demikian, tutur Wimboh, lembaga syariah keuangan kecil tidak perlu membuat IT sendiri karena bisa white labeling dengan BSI.

"Sehingga nanti meskipun kecil produknya sekelas BSI. Kualitasnya juga dijaga. Harganya juga enggak jauh beda. Nah ini semangat bagaimana kita bisa buat satu yang besar bisa jadi bapak angkat syariah yang kecil-kecil karena kita ada pembiayaan syariah yang kecil-kecil bahkan di seluruh Indonesia pasti ada. Nah inilah jadi bapak angkatnya," paparnya.

Sebelumnya, Wimboh juga menegaskan produk keuangan syariah harus memiliki kualitas lebih bagus dibandingkan konvensional. Apalagi dari segi harga juga harus lebih murah.

Sebab, menurutnya tanpa kedua hal itu roadmap sebagus apapun industri keuangan syariah tidak akan memberikan keuntungan nilai tambah ke masyarakat.

Ia menerangkan ketika produk syariah tidak memiliki kualitas yang lebih lebih bagus dan harganya tidak lebih murah, maka akan sulit meyakinkan masyarakat bahwa produk syariah itu memberikan value. Sebab apabila ada nilai itu, maka masyarakat akan berdatangan memilih produk syariah.

"Dan ini mungkin karena Indonesia adalah surganya. Penduduk kita banyak hampir 90 persen kami yakin akan cari produk syariah. Nah tapi kalau produknya tidak lebih baik dan tidak lebih murah ya orang mikir 2 kali untuk memilihnya. Ini basic yang harus betul-betul kita sadari dan jadi dasar bagaimana roadmap kita kedepan," ungkap Wimboh. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co