Ekonomi

Bos Jiwasraya Sambangi KPK, Ini yang Dibahas!

Bos Jiwasraya sambangi KPK guna membahas penyelamatan polis milik pegawai lembaga antirasuah tersebut


Bos Jiwasraya Sambangi KPK, Ini yang Dibahas!
Warga melintas di depan halaman kantor pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Kementerian BUMN mengkawatirkan Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya direalisasikan akan membuat investor takut menanamkan modalnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna membahas penyelamatan polis milik pegawai lembaga antirasuah tersebut.

"Polis karyawan KPK, semua 'kan direstrukturisasi untuk penyelamatan itu kami 'kan penyelamatan polis jadi melalui restrukturisasi, kemudian ditransfer ke new company di-fill-in di sana. Semua polis digabung," kata Hexana di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/11/2020).

Polis asuransi milik pegawai KPK tersebut, kata Hexana, jumlahnya sekitar Rp20 miliar.

"Tidak besar, ya, angka persisnya itu Rp20 miliar. Ini polisnya selamat, dilanjutkan di sana di perusahaan baru namanya IFG Life punyanya holding, punyanya BUMN," ungkap Hexana.

Namun, dia tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah pegawai KPK yang memiliki polis asuransi di Jiwasraya tersebut.

"Saya tidak hafal, intinya kami bicara semua harus direstrukturisasi," katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Hexana telah menjabarkan mekanisme penyelamatan polis nasabah Jiwasraya seiring dengan pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) oleh Pemerintah kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) senilai Rp22 triliun.

"Penyelamatan polis ada dua tahap. Pertama dilakukan di Jiwasraya, nanti akan diikuti dengan pemindahan atau pengalihan seluruh polis Jiwasraya menjadi polis IFG Life," ujar Hexana saat jumpa pers virtual di Jakarta, Minggu (4/10).

IFG Life sendiri merupakan perusahaan baru yang akan dibentuk BPUI selaku holding asuransi BUMN, dalam rangka upaya penyelesaian masalah di Jiwasraya.

Sebegai informasi sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan Kementerian BUMN terkait dengan upaya penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Kita dalam proses bersama Kementerian BUMN, bagaimana kita bisa tetap menyeimbangkan, di satu sisi melakukan enforcement terhadap mereka yang sudah terbukti melakukan tindakan kriminal, maupun dari sisi penyelamatan bagi mereka yang memang harusnya diselamatkan dengan dukungan dokumen dan peraturan yang ada," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (13/11/2020) lalu. 

Sri Mulyani menjelaskan, dari sisi aspek hukum, saat ini sudah ada 6 terdakwa yang divonis maksimal penjara seumur hidup dan dikenakan denda mencapai Rp16 triliun.

"Kita berharap ini bisa dikuantifikasi dalam bentuk yang riill sehingga bisa mengurangi beban dari pemerintah," jelas Bendahara Negara tersebut.[]

Sumber: ANTARA