Ekonomi

Bos INACA Beberkan Fenomena Menarik Dalam Penerbangan Nasional Saat Pandemi Covid-19

INACA: terjadi fenomena menarik dalam penerbangan nasional saat pandemi COVID-19 sehingga mengindikasikan pasar transportasi udara diharapkan segera pulih.


Bos INACA Beberkan Fenomena Menarik Dalam Penerbangan Nasional Saat Pandemi Covid-19
Calon penumpang saat berada di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Otoritas Bandara (Otban) Wilayah 1 Kementerian Perhubungan Bandara Soekarno-Hatta menegaskan, mulai Sabtu (24/4/2020) besok, kawasan bandara harus sepi dari aktivitas penumpang. Sementara pada Jumat (24/4/2020) ini, masih ada maskapai yang menerbangkan pesawat berisi penumpang dari Bandara Soetta. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional/INACA menilai terjadi fenomena menarik dalam penerbangan nasional saat pandemi COVID-19 sehingga mengindikasikan pasar transportasi udara tetap menarik dan diharapkan segera pulih.

"Akibat pandemi banyak maskapai nasional berhenti beroperasi atau mengurangi kapasitas produksinya, namun di sisi lain, banyak maskapai baru yang muncul dengan performa yang baik. Ini fenomena menarik," kata Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja dalam keterangan resminya, Selasa (7/12/2021).

Hal itu disampaikan saat INACA bekerjasama dengan perusahaan manufaktur pesawat Boeing mengadakan Fleet Planning Workshop secara virtual.

Dikatakan Denon, pandemi yang telah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun telah berdampak sangat besar pada sektor transportasi udara di Indonesia. Akibat adanya pembatasan mobilisasi masyarakat untuk menghambat penyebaran virus Corona, berimbas pada menurunnya jumlah penumpang pesawat, dan akhirnya berdampak pada pendapatan maskapai penerbangan.

Perusahaan penerbangan harus melakukan berbagai upaya pemulihan yang akan berdampak pada keberlanjutan bisnisnya untuk tetap memberikan layanan transportasi. Pengelolaan sumber daya yang efektif dan efisien menjadi salah upaya untuk menekan biaya, agar keberlangsungan usaha tetap terjaga.

Denon menyatakan workshop yang dilakukan sangat relevan dengan kondisi penerbangan nasional saat ini mengingat berkurangnya jumlah armada membutuhkan pengelolaan yang baik untuk dapat memenuhi permintaan pasar penumpang dan kargo.

"Dengan demikian operasional penerbangan dapat berjalan efektif, efisien dan maskapai mendapatkan pendapatan yang baik sebagai bekal untuk melakukan pertumbuhan pasca pandemi," katanya.

Menurut kertas putih INACA bekerjasama dengan Universitas Padjajaran, penerbangan domestik Indonesia akan mulai pemulihan pada tahun 2022 dan optimal seperti sebelum pandemi di tahun 2024. Sedangkan penerbangan internasional diprediksi mulai internasional tahun 2023 dan optimal tahun 2026.

Sebagai informasi, sebelumnya Denon juga menilai bahwa Indonesia masih membutuhkan pilot untuk mendukung penerbangan nasional mengingat pada tahun 2022 kondisi transportasi udara terutama domestik alami perbaikan.

"Transportasi udara diprediksi akan melaju kencang dan terbang tinggi usai pandemi COVID-19. Untuk itu akan diperlukan banyak sumber daya manusia demi mendukung operasionalnya, termasuk di antaranya adalah sumber daya pilot, seperti para lulusan dari BIFA ini," ujarnya beberapa waktu lalu.

Tidak lama lagi, katanya, diperkirakan penerbangan nasional akan membaik usai pandemi setelah sebelumnya mengalami saat-saat yang menantang akibat COVID-19.

"Seperti yang tertuang dalam kertas putih INACA bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, dalam waktu tidak lama lagi atau di tahun 2022 diharapkan penerbangan Indonesia terutama domestik akan mengalami perbaikan. Dan kemudian diharapkan diikuti penerbangan internasional pada tahun 2023," jelas Denon.[]