Ekonomi

Bos Holding BUMN Perkebunan Beberkan Alasan Bagi Tiga Skema Anak Usaha

PTPN Group akan membagi tiga skema anak perusahaan dengan mempertimbangkan potensi dan kinerja, sebagai rencana transformasi jangka panjang


Bos Holding BUMN Perkebunan Beberkan Alasan Bagi Tiga Skema Anak Usaha
Foto udara areal perkebunan kopi arabika Afdeling Gebugan PT Perkebunan Nusantara IX, Bergas Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). PTPN IX menargetkan panen raya tahun 2019 di perkebunan kopi arabika seluas 64 hektare itu dapat mencapai 7.500 kilogram biji kering atau meningkat 4.500 kilogram dibandingkan pada tahun 2018. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

AKURAT.CO, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group akan membagi tiga skema anak perusahaan dengan mempertimbangkan potensi dan kinerja, sebagai rencana transformasi jangka panjang.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani menjelaskan skema anak usaha akan dibagi menjadi tiga grup, yakni Grup Hijau, Grup Kuning dan Grup Merah.

"Dalam menjalankan skema transformasi utang, cashflow perusahan dalam tiap Grup tersebut dianggap sebagai satu kesatuan dalam pemenuhan kewajiban bank," kata Ghani dilansir dari Antara, Senin (1/2/2021).

Skema Grup hijau dan kuning memiliki eksposur kredit Rp33 triliun dan Grup merah dengan eksposur kredit Rp8 triliun. Ada pun Grup hijau terdiri PTPN III, PTPN IV dan PTPN V. Grup kuning terdiri dari PTPN I, PTPN II, PTPN VI, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PTPN XIV, sedangkan Grup merah terdiri dari PTPN VII, PTPN VIII dan PTPN IX.

Ghani mengungkapkan transformasi bisnis yang tengah dijalankan telah mulai menunjukkan pencapaian positif, di antaranya dalam hal peningkatan kinerja hingga Desember 2020 dari sisi operasional maupun keuangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

PTPN Group mencatat ada kenaikan produksi pada komoditas utama yaitu, CPO naik menjadi sebesar 2,38 juta ton; produksi karet naik sebesar 159 ribu ton, dan produksi teh naik sebesar 54,7 ribu ton.

Kenaikan harga jual tiga komoditas utama tersebut tercatat menjadi kontributor kenaikan pendapatan di segmen komoditas karena salah satunya harga CPO meningkat di pasar sehingga mendorong pendapatan perseroan.

Dari sisi keuangan, jumlah aset meningkat sebesar Rp132 triliun atau tumbuh 3,8%, sedangkan pendapatan perseroan mencapai Rp39,6 triliun atau tumbuh 11,6% dan ekuitas meningkat 9,8 persen menjadi Rp54,6 triliun.

Selain itu, dalam periode Desember 2020 juga mencatatkan kenaikan EBITDA menjadi Rp 6,5 triliun atau naik 59,2% dibanding periode sama tahun lalu dan terjadi penurunan rugi perseroan (net loss) cukup signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, sehingga hal ini menunjukkan ada perbaikan kinerja dari sisi keuangan.

Menurut Ghani, perbaikan kinerja keuangan menjadi kunci penting keberhasilan transformasi bisnis karena bisa memastikan keberlanjutan PTPN Group ke depannya.

Dalam menjalankan transformasi keuangan, PTPN Group memiliki empat prinsip utama yaitu, Bisnis berkelanjutan, Komprehensif, Cash Flow Consolidation dan Transparan.

Transformasi Keuangan dibagi menjadi Transformasi Keuangan Jangka Pendek dan Jangka Panjang yang di dalamnya mencakup pengelolaan dan penyelesaian utang, memperbaiki kinerja keuangan, meningkatkan EBITDA, serta mengendalikan investasi.[]

Sumber: Antara