Ekonomi

Bos HK: Kehadiran Tol Trans Sumatera Pangkas Biaya Logistik 24,2 Persen


Bos HK: Kehadiran Tol Trans Sumatera Pangkas Biaya Logistik 24,2 Persen
Foto udara simpang susun jalan Tol Trans Sumatera Ruas Palembang Kayu Agung Betung (Kapal Betung), Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (27/8/2019). Progres konstruksi pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas Palembang Kayu Agung Betung (Kapal Betung) dengan panjang 111,69 km tersebut saat ini sudah mencapai 41,43 persen sedangkan progres pembebasan lahan sudah mencapai 88,22 persen. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto mengungkapkan kehadiran jalan tol Trans Sumatera nantinya dapat menurunkan biaya logistik hingga mencapai 24,22 persen.

"Dampak ekonomi dari kehadiran Tol Trans Sumatera ini dapat dirasakan nantinya adalah adanya penurunan biaya logistik yang mencapai 24,22 persen," jelasnya dalam Webinar Mengukur Infrastruktur, Jumat (16/4/2021).

Budi menambahkan bahwa jalan tol Trans Sumatera menciptakan efisiensi waktu tempuh perjalanan, misalnya dari Lampung ke Palembang dari waktu tempuh yang semula 12 jam menjadi 5 jam. Selain itu tol Trans Sumatera akan mendorong perkembangan pusat perekonomian baru.

Kendati demikian, Budi menyebut pihaknya masih membutuhkan suntikan dana baik untuk ruas jalan tol Trans Sumatera yang telah beroperasi maupun yang dalam fase konstruksi.

"Nilai Investasi untuk ruas tol Trans Sumatera yang telah beroperasi sebesar Rp56,7 triliun dengan ketersediaan ekuitas Rp14,6 triliun dan ketersediaan pinjaman Rp36,2 triliun. Setelah kami lakukan review, ruas-ruas tol yang beroperasi tersebut mengalami penurunan angka kelayakan maka dari itu ruas ini membutuhkan suntikan dana sebesar Rp23,8 triliun untuk menurunkan pinjaman," paparnya seperti dilansir dari Antara.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa untuk ruas Trans Sumatera dalam fase konstruksi, pihaknya masih menunggu akan adanya tambahan modal untuk dukungan pembangunan sebesar Rp60,7 triliun dari rencana nilai investasi seluruhnya Rp79,5 triliun.

Katanya, kersediaan ekuitas saat ini untuk ruas konstruksi sebesar Rp12,5 triliun, dan pinjaman Rp6,2 triliun, kemudian ketersediaan ekuitas dari mitra terdapat Rp100 miliar.

"Dengan demikian kekurangan ekuitas masa operasi untuk ruas-ruas tol Trans Sumatera dalam fase konstruksi adalah Rp5,9 triliun," tukasnya.[]