Ekonomi

Bos Garuda Indonesia Klaim Pantau Ketat Perkembangan Negara Tujuan Penerbangan

Garuda Indonesia terus memantau perkembangan negara yang jadi tujuan penerbangan maskapai nasional teekait eskalasi penyebaran COVID-19


Bos Garuda Indonesia Klaim Pantau Ketat Perkembangan Negara Tujuan Penerbangan
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra saat wawancara eksklusif oleh Akurat.co di area perkantoran Gedung Garuda City Center, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (11/8/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyatakan akan terus memantau perkembangan negara-negara yang menjadi tujuan penerbangan maskapai nasional itu terkait eskalasi penyebaran kasus COVID-19.

"Untuk internasional, kita tentu harus selalu waspada mengamati perkembangan yang ada di masing-masing negara yang saat ini jadi tujuan penerbangan Garuda," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dilansir dari Antara, Selasa (29/12/2020).

Kendati mengaku akan mengkaji frekuensi dan rute baru pada tahun depan, ia tidak menjelaskan rute mana yang kemungkinan akan dihapus atau diubah.

Ada pun untuk penerbangan domestik, Irfan mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Kementerian BUMN.

Ia juga memastikan maskapai atau penerbangan menggunakan Garuda Indonesia tidak memperbesar jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kita juga selalu ikut dan selalu akan patuh terhadap kesepakatan yang dibuat secara bersama-sama di dalam kaitan dengan penerbangan," katanya.

Irfan memastikan mendukung penuh upaya pemerintah untuk menegakkan protokol kesehatan dalam penerbangan. Oleh karena itu, Garuda Indonesia menyikapi positif soal perubahan dokumen perjalanan yang dibutuhkan untuk bisa melakukan perjalanan udara karena keselamatan dan kesehatan penumpang merupakan prioritas utama.

Ia mengatakan perubahan syarat dokumen perjalanan dilakukan pemerintah untuk menekan peningkatan kasus COVID-19 terutama di masa libur akhir tahun.

"Kami mendukung penuh, kami juga informasikan penumpang, kami beri pemahaman dan pengertian, kita minta penumpang sama-sama taat bukan hanya untuk mereka tapi juga buat kita semua. Mohon jangan lihat ini sebagai aturan (syarat dokumen perjalanan) yang hambat perjalanan tapi untuk memastikan semua dalam protokol kesehatan terbaik," tuturnya. 

Sebelumnya, Irfan Setiaputra menargetkan bisa meraih separuh pendapatan 2019 pada 2021 meski diakui kondisi tahun depan masih akan berat karena dampak pandemi yang belum usai.

"Jadi kita harap nanti in total (secara keseluruhan), kita bisa mencapai pendapatan di 2021 sebesar 50 persen dari kondisi 2019. Itu janji kami ke Kementerian BUMN bahwa 2021, revenue (pendapatan) kita akan 50 persen dibandingkan 2019. Memang akan berat," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam jumpa pers virtual, Senin (28/12/2020).

Menurut Irfan, target perbaikan kinerja itu sejalan dengan tren pertumbuhan jumlah penumpang serta peningkatan dua bisnis perusahaan yaitu kargo dan charter pesawat.[]

Sumber: Antara