Ekonomi

Bos BPS: Aktivitas Penduduk di Tempat Belanja Melambung di September 2021

Bos BPS Margo Yuwono menyatakan aktivitas penduduk di tempat belanja dan kebutuhan sehari-hari mengalami pemulihan bahkan meningkat pada September 2021


Bos BPS: Aktivitas Penduduk di Tempat Belanja Melambung di September 2021
Tampak suasana penjualan di gerai tempat belanja. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan aktivitas penduduk di tempat belanja dan kebutuhan sehari-hari mengalami pemulihan, bahkan meningkat pada September 2021 dibandingkan bulan sebelumnya saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berada pada level tinggi akibat pandemi Covid-19.

" Kalau kita melihat bagaimana mobilitas penduduk selama September lalu, di berbagai tempat atau aktivitas menunjukkan adanya perbaikan. Aktivitas penduduk di tempat belanja dan kebutuhan sehari-hari sudah pulih kembali," jelasnya dalam konferensi pers yang juga digelar virtual, Jumat (15/10/2021).

Ia menambahkan, bahwa saat itu aktivitas dan mobilitas masyarakat di berbagai fasilitas umum lainnya mulai mengalami perbaikan, salah satunya yakni mobilitas penduduk pada tempat perdagangan, ritel, dan rekreasi, yang angkanya mengalami perbaikan menjadi -1,9 persen.

"Dibanding Agustus -12,4. Berarti mobilitas penduduk di perdagangan dan rekreasi mengalami perbaikan," ungkap Margo seperti dilansir dari Antara.

Kemudian, mobilitas di taman juga mengalami perbaikan meskipun belum pada kondisi normal, yang angkanya pada September 2021 sebesar -7,9 persen. Sementara, mobilitas di tempat transit juga ada perbaikan meskipun belum dalam kondisi normal.

Margo menambahkan, terjadi perbaikan mobilitas di tempat kerja pada September 2021, meskipun angkanya masih -15,9, yang artinya mobilitas penduduk di tempat kerja belum pada kondisi normal.

Margo menyampaikan, data mobilitas penduduk tersebut diolah BPS dari Google Mobility.

"Tentu saja informasi ini akan berpengaruh pada aktivitas ekonomi dan pada akhirnya juga berpengaruh pada berbagai indikator nanti yang akan dirilis baik pada hari ini maupun pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) bulan depan," pungkas Margo.

Sebagai infomasi, Margo menyebutkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$4,37 miliar pada September 2021 dengan nilai ekspor US$20,60 miliar dan impor US$16,23 miliar. Adapun secara kumulatif pada periode Januari-September 2021, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$25,07 miliar.