Ekonomi

Bos BKPM Siap Turun Langsung Kawal Rencana Pembangunan Pabrik Pupuk di Bintuni

BKPM dukung penuh rencana Pupuk Indonesia dan anak usahanya, Pupuk Kaltim, untuk melakukan ekspansi bisnis untuk membangun pabrik pupuk di Bintuni, Papua Barat.


Bos BKPM Siap Turun Langsung Kawal Rencana Pembangunan Pabrik Pupuk di Bintuni
Bos BKPM Bahlil Lahadalia (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendukung penuh dan siap mengawal rencana PT Pupuk Indonesia (Persero) dan anak usahanya; PT Pupuk Kaltim, untuk melakukan ekspansi bisnis untuk membangun pabrik pupuk di Bintuni, Papua Barat.

Dukungan tersebut disampaikan Bahlil dalam kunjungan kerjanya ke PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur, Jumat (16/4/2021).

Ia menilai kehadiran industri pupuk di Papua Barat merupakan salah satu wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Nah khusus untuk di Papua, saya yang akan turun langsung. Karena ini menyangkut dengan kedaulatan negara. Jadi pupuk ini jangan dianggap main-main. Nilainya bukan hanya bisnis, tapi nilai pengabdian, nilai pemerataan. Nilainya adalah kebersamaan. Apalagi kebutuhan pupuk nasional masih di atas kapasitas produksi nasional," kata Bahlil dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Terkait dengan perizinan investasi, mantan Ketua Umum Hipmi itu menekankan BKPM akan membantu PT Pupuk Kaltim dalam mengurus izin-izin yang diperlukan, termasuk insentif fiskal berupa Tax Holiday dan Tax Allowance. Hal itu ditujukan agar proyek perluasan tersebut berjalan dengan baik.

"Saya janji sama Pak Dirut, urusan ekspansi nanti, izinnya semua diurus di BKPM. Pemerintah dan BUMN atau perusahaan harus kolaborasi. Karena kalau menahan izin, itu berarti menahan penciptaan lapangan pekerjaan, menahan sumber pendapatan negara, sama juga menahan pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan menahan perbaikan peringkat kemudahan berusaha kita di mata dunia internasional," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan siap menjalankan pengembangan kawasan di Papua Barat sebagai bagian dari upaya pengembangan perusahaan.

Ada pun proyek pengembangan di Papua Barat meliputi proyek pendirian pabrik pupuk urea, amoniak, dan juga methanol.

Bakir juga menjelaskan proyek besar itu sangat membutuhkan dukungan pemerintah, antara lain dukungan harga gas yang kompetitif dengan alokasi yang mencukupi, tax holiday, serta penentuan lokasi di Kawasan BP Tangguh. Lokasi proyek yang berada di Papua Barat merupakan salah satu kontribusi Pupuk Indonesia dalam membantu pemerintah untuk mengembangkan Kawasan Indonesia Timur.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu