Ekonomi

Bos Baru BPJS Kesehatan Ingin Urai Sistem Antrean Terlebih Dahulu


Bos Baru BPJS Kesehatan Ingin Urai Sistem Antrean Terlebih Dahulu
Petugas melayani warga di counter BPJS Kesehatan di kawasan Matraman, Jakarta, Kamis (29/8/2019). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan iuran peserta kelas I BPJS Kesehatan naik dua kali lipat, semula Rp80.000 menjadi Rp160.000. Hal itu dilakukan agar BPJS Kesehatan tidak mengalami defisit hingga 2021.

AKURAT.CO Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan direksi yang baru akan fokus dalam peningkatan kualitas layanan salah satunya dengan mengurai antrean di fasilitas kesehatan.

"Kita ingin meningkatkan kualitas layanan, customer journey, dengan fokus mengurangi antrean," kata Ali Ghufron dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta pada Selasa (2/3/2021).

Menurut Ali Ghufron, salah satu cara untuk melakukan hal tersebut dengan membangun dan menguatkan inovasi sistem manajemen informasi online atau daring.

baca juga:

Menurutnya ada tiga pihak yang berperan dalam kesuksesan hal tersebut yaitu BPJS Kesehatan dengan Dewan Pengawas, fasilitas layanan kesehatan dan Kementerian Kesehatan, serta masyarakat secara umum.

Dia menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan mengembangkan inovasi daring itu, yang akan digunakan oleh fasilitas layanan kesehatan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan masyarakat yang menggunakannya setelah dilakukan sosialisasi.

Targetnya sudah jelas, tegas Ali Ghufron, yaitu mengurangi waktu tunggu layanan bagi peserta BPJS Kesehatan.

"Jadi dengan sistem inovasi itu, katakanlah dengan HP, dia bisa tahu kapan kira-kira layanan mau diberikan, sehingga bisa dihitung perjalanan dari rumah berapa lama. Tapi itu perlu edukasi publik," tegasnya.

Dia juga mempertimbangkan inovasi pengenal wajah dengan teknologi artificial intelligence, sehingga mempermudah verifikasi peserta.

Selain inovasi, Direksi BPJS Kesehatan 2021-2026 juga fokus ingin memperluas kepesertaan dan mempertimbangkan alternatif pendanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first