Ekonomi

Bos ASDP Bocorkan Alasan Siap IPO di Kuartal I 2022

Bos ASDP menjelaskan alasan perseroan siap melakukan IPO di Kurtal I 2022


Bos ASDP Bocorkan Alasan Siap IPO di Kuartal I 2022
PT ASDP (Persero) memberangkatkan sejumlah Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Drajat Paciran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Taipa, Palu, pada Rabu (3/10). (INSTAGRAM/kementerianbumn)

AKURAT.CO, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengungkapkan perseroan siap melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham kepada publik pada kuartal I tahun 2022 mendatang.

Dari IPO ini, kata Ira, perseroan berharap dapat memperoleh dana publik mencapai Rp3 triliun yang nantinya akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur layanan penyeberangan.

"Kami juga sedang dalam proses melantai di bursa, kita berharap kuartal I tahun 2022. Karena kami punya kebutuhan untuk dapat dana publik yang lebih efisien dari perbankan karena untuk mengembangkan ASDP jadi perlu beberapa investasi. Dari kajian kita harap dapat dana lebih efisien dengan IPO," tutur Ira dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi pemulihan pada masa resesi ini merupakan momentum yang dapat dimanfaatkan oleh ASDP untuk melakukan investasi pengembangan bisnis. Hal ini berdasarkan pengalaman saat resesi tahun 2008 terhadap perusahaan yang dapat memanfaatkan momentum pemulihan (recovery), dapat menjadi champion di industri. 

"Karena itu, rencana IPO tahun 2022 merupakan langkah lanjutan bagi ASDP untuk menjadi salah satu pemenang dalam industri bisnis di Indonesia," imbuh Ira.

Lebih lanjut Ira menerangkan bahwa rencana IPO ASDP ini juga sejalan dengan lima prioritas Kementerian BUMN yaitu memberikan nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, melakukan inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi serta pengembangan bakat sehingga sebagai BUMN mampu bersaing secara mandiri.

Melalui IPO, ASDP diproyeksikan mencapai pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan oleh proyeksi pendapatan ASDP sebesar Rp5 triliun pada tahun 2024, net profit sebesar Rp607 miliar, nilai aset sebesar Rp13,6 triliun dan ekuitas sebesar Rp12,4 triliun pada tahun 2024.

Adapun rencana investasi ASDP dan anak usaha mencapai Rp6,5 triliun yang diproyeksikan akan didanai sebagian besar oleh dana publik melalui IPO dan penerbitan instrumen keuangan lainnya.

Ia menuturkan, saat ini ASDP terus memperkuat program pengembangan bisnis perseroan diantaranya melalui akselerasi program non-tunai (cashless) di seluruh cabang dalam mendukung digitalisasi bisnis penyeberangan serta proyek Bakauheni Harbour City.