Ekonomi

Bos Adhi Karya Sebut IPO Anak Usaha Tertunda Akibat Pandemi COVID-19

Bos Adhi Karya mengatakan IPO saham anak usaha harus tertunda karena pandemi COVID-19, padahal rencana itu sudah sejak 2019 harus tertunda


Bos Adhi Karya Sebut IPO Anak Usaha Tertunda Akibat Pandemi COVID-19
Aktivitas proyek pembangunan lintasan LRT di Jakarta, Senin (5/10/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Direktur Utama BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk Entus Asnawi Mukhson mengatakan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham anak usaha perseroan harus tertunda karena pandemi COVID-19.

Menurut Entus, rencana IPO PT Adhi Persada Gedung (APG) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP) yang sudah direncanakan sejak 2019 juga harus tertunda.

"Memang anak usaha yang direncanakan segera IPO, kalau beberapa, kami rencanakan sejak 2019  untuk APG dan ACP, tapi karena kondisi market dan kondisi daya beli, apalagi pandemi ini, semua tertunda," katanya dalam paparan publik emiten berkode saham ADHI itu secara virtual, melansir Antara, Selasa (15/12/2020).

Kendati demikian, jika kondisi berubah dan waktu operasional proyek LRT yang digarap perseroan semakin jelas, Entus menilai ACP punya kemungkinan besar untuk bisa segera melantai di bursa.

"Tapi kami tetap memperhatikan kondisi market, apakah tepat. Nanti kami juga akan minta masukan ke pemegang saham ADHI dan konsultan-konsultan yang memahami market properti," imbuhnya.

Entus menambahkan perseroan juga akan mempersiapkan IPO anak usaha lainnya seperti APG dan PT Adhi Persada Beton (APB). Ia mengatakan IPO akan diusahakan bisa dilakukan tahun ini.

"Kita lihat situasinya, kalau bisa tahun ini dilakukan secara bersama-sama, kami akan lakukan dengan syarat (IPO) tadi. Kalau tidak, kami geser ke tahun depan," pungkas Entus.

Sebagai informasi,  PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI mencatat perolehan kontrak baru hingga November 2020 sebesar Rp17,3 triliun (di luar pajak), atau naik sebesar 130,7 persen dibandingkan perolehan kontrak baru pada bulan sebelumnya sebesar Rp7,5 triliun (di luar pajak).

"Sehingga nilai total order book sebesar Rp47,8 triliun (di luar pajak)," tutur Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho, Kamis (3/12/2020). 

Realisasi perolehan kontrak baru di bulan November 2020 terdiri atas Jalan Tol Jogja-Solo-NYIA (Rp7,8 triliun), Jalan Tol Serang-Panimbang (Rp937,8 miliar), pengamanan pantai di Jakarta (Rp221,3 miliar), IPAL Palembang di Sumatera Selatan (Rp208,4 miliar), Pos Lintas Batas di Labang NTT (Rp191,6 miliar), kolam retensi di Bandung, Jawa Barat (Rp128,7 miliar) dan proyek lainnya yang terdiri dari proyek rumah sakit, gedung pemerintahan, properti, dan lain-lain (Rp345,1 miliar).

"Selain itu, ADHI telah memenangkan tender beberapa paket di bulan November 2020 dan telah dinyatakan sebagai penawar terendah. Diperkirakan akan tanda tangan kontrak di pertengahan Desember 2020," imbuh Parwanto.

Secara rinci, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru November 2020 meliputi lini bisnis Konstruksi dan Energi sebesar 95 persen, Properti sebesar 4 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.[]

Sumber: Antara