News

Borok ACT Dibongkar, MUI: Jika Itu Benar, Ini Jelas-jelas Memalukan

Pengamat Sosial yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas menyatakan, terungkapnya borok yang dilakukan petinggi lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sangat memalukan jika itu benar adanya.


Borok ACT Dibongkar, MUI: Jika Itu Benar, Ini Jelas-jelas Memalukan
Anwar Abbas (samping kiri) saat dampingi mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didamping mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin (kanan) saat berada di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/8). (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, Pengamat Sosial yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas menyatakan, terungkapnya borok yang dilakukan petinggi lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sangat memalukan jika itu benar adanya.

Tak hanya itu, penyelewengan itu jelas mencoreng lembaga-lembaga lain yang menghimpun dana dari masyarakat. 

"Kalau benar ada tindak penyelewengan yang dilakukan oleh petinggi ACT terhadap dana yang mereka himpun dari masyarakat, maka hal ini jelas-jelas memalukan," katanya dalam keterangannya, Senin (4/7/2022). 

baca juga:

Anwar Abbas juga mendorong pihak-pihak lain yang merasa dirugikan untuk turun tangan. Khususnya untuk menghitung besarnya kerugian yang telah terjadi dari penyelewengan yang dilakukan para petinggi ACT itu. 

"Untuk itu kita harap pihak yang berkepentingan harus turun tangan untuk menghitung besarnya kerugian yang telah terjadi dari penyelewengan yang dia atau mereka lakukan untuk kemudian meminta pihak yang berkepentingan agar menyelesaikan masalahnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ungkapnya. 

Gaji fantastis yang didapat petinggi ACT, kata dia, sudah sangat berlebihan. 

"Saya benar-benar sangat terkejut mendengar dan membaca bagaimana besarnya gaji mereka dan adanya fasilitas-fasilitas lain yang saya rasa sangat berkelebihan. Pokoknya saya sangat kecewa dengan sikap dan perilaku mereka yg menurut saya sangat materialistis dan hedonistis sekali," ungkapnya. 

Dalam laporan berjudul "Aksi Cepat Tanggap Cuan", Tempo menyebut mantan Presiden ACT, Ahyudin, diduga menggunakan dana lembaganya untuk kepentingan pribadi. Ahyudin bahkan disebut memanfaatkan dana untuk membeli sejumlah rumah hingga transfer bernilai belasan miliar ke keluarganya. 

Laporan Tempo juga menyebut pemborosan duit lembaga terjadi di ACT. Gaji Ahyudin saja, disebut mencapai Rp 250 juta per bulan. Belum termasuk berbagai fasilitas kendaraan mulai dari Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero Sport hingga Honda CRV. 

Ahyudin juga disebut menggunakan dana masyarakat tersebut untuk membeli rumah dan perabotan dengan nilai yang fantastis.[]