News

BOR Wisma Atlet Sudah 43%, Stok Oksigen Aman 4 Bulan ke Depan

RSDC Wisma Atlet memastikan telah menyiapkan pasokan oksigen untuk empat bulan ke depan.


BOR Wisma Atlet Sudah 43%, Stok Oksigen Aman 4 Bulan ke Depan
Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Pengelola Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet memastikan telah menyiapkan pasokan oksigen untuk empat bulan ke depan. Penyiapan oksigen dalam waktu lama itu merupakan respons atas gejala kenaikan kasus Covid-19 dan varian Omicron di Ibu Kota yang belakangan menunjukkan tren menanjak.

Koordinator Humas RSDC Wisma Atlet Kolonel dr Mintoro Sumego mengatakan, hingga hari ini, pihaknya telah merawat sebanyak 2.535 pasien dengan jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 5.939 tempat tidur. 

"Jadi kalau pasien 2.535, maka BOR-nya sudah 43 persen," katanya di RSDC Wisma Atlet, Jakarta, Senin (17/1/2022). 

baca juga:

Sementara untuk kasus varian Omicron, saat ini total kasus kumulatif yang sudah dirawat ada sebanyak 404 pasien. Lalu, pasien yang sudah dipulangkan ada sebanyak 357 orang.

Sehingga pasien dirawat saat ini sisa 47 orang, termasuk di antaranya 14 orang pasien terkonfirmasi Omicron yang sedang menjalani isolasi terpusat.

Dia menuturkan, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan pasien seperti yang diprediksi banyak ahli. Persiapan mengantisipasi lonjakan itu di antaranya dengan menyiapkan personel seperti dokter, perawat, tenaga medis lain, dan termasuk nakes non medis dan relawan. 

"Sementara ini ada 1.508 relawan. Untuk obat-obatan dan alkes medis termasuk oksigen siap untuk 3-4 bulan ke depan. Kami siapkan Intensive Care Unit (ICU) di mana nanti kalau terjadi lonjakan pasien memerlukan oksigen yang cukup," katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Sebab, Covid-19 di Indonesia belum selesai.

Masyarakat, kata dia, adalah garda terdepan penanggulangan Covid-19. Meski begitu, dia meminta masyarakat untuk tidak terlampau panik.

"Jangan menghindar dari karantina. Kalau kita memang harus karantina, laksanakan karantina sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Lalu jangan juga takut di-tracing. Karena tracing ini menjadi kunci utama dalam penanggulangan Covid-19 termasuk penyebaran Omicron saat ini. Lalu jangan lupa divaksin, apapun merek vaksin, baik," ujarnya. []