News

BOR dan ICU Meningkat, Wagub Riza: Tidak Usah Khawatir

Situasi saat ini masih terkendali


BOR dan ICU Meningkat, Wagub Riza: Tidak Usah Khawatir
Pasien COVID-19 berada di depan tenda darutat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Kamis (24/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik dengan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Jakarta. Dia mengakui terjadi peningkatan keterisian tempat tidur perawatan di Jakarta yang kini telah mencapai 63 persen namun masyarakat diimbau tidak khawatir. 

"Tidak udah khawatir, DKI Jakarta memiliki cukup banyak fasilitas, begitu juga terkait ICU dari 741 yang disiapkan terpakai itu 257. Artinya 35 persen," katanya, Minggu (6/2/2022). 

Keterisian ICU saat ini masih terkendali. Artinya, belum belum sebanding dengan jumlah kasus yang dirawat di ICU pada bulan Juni-Juli 2021 lalu dimana jumlah kasus harian di ICU pernah mencapai 1.500. "Jadi tidak perlu khawatir. Kami akan tingkatkan sarana dan prasarana RS Puskesmas, Nakes, Oksigen, vitamin semua," katanya. 

baca juga:

Dia mengungkapkan, jika melihat data, keterisian tempat tidur atau Bed Ocupancy Ratio (BOR) jadi 63 persen dari 5.737 yang tersedia terpakai 3.618. Tetapi, kata dia, Jakarta berpengalaman menangani pasien di ruang perawatan hingga mencapai 11.500 di bulan Juni-Juli 2021 silam. 

"Jadi, itu artinya sekalipun 63 persen ini data seat atau tempat tidur 5.700 an. Kalau dari 11 ribu (kasus pada Juni-Juli lalu) ini cuma 31 persen," ujarnya. 

Untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian, kerja Satgas COVID-19 di Jakarta juga kembali ditingkatkan. Mulai tingkat RT hingga tingkat provinsi. Di hilir, upaya tracing untuk mendeteksi sebaran kasus di masyarakat, upaya testing, tracing, dan treatment juga semakin ditingkatkan. 

 "Untuk itu kami perlu dukungan warga Jakarta apabila ada kegiatan, hotel, kafe, restoran yang melanggar Prokes segera laporkan kepada kami, dan kami akan tindak. Begitu pula jajaran dan aparat kami yang tidak disiplin yang melakukan pembiaran itu kami akan tindak," katanya. 

Dia meminta peran aktif masyarakat untuk menjaga kedisiplinan dan kepatuhan penerapan Prokes. Masyarakat, kata dia, bisa ikut langsung mengawasi penerapan Prokes di masyarakat maupun di area publik. 

"Segera laporkan kepada kami apabila melihat pelanggaran-pelangggaran Prokes, foto, video, laporkan kepada kami," katanya.