Lifestyle

Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal Hingga Perjalanan, Berlaku 2 Minggu Lagi

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat akan diterapkan paling lama dua minggu ke depan


Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal Hingga Perjalanan, Berlaku 2 Minggu Lagi
Toko-toko yang mulai buka di Mal Central Park, Grogol, Jakarta Barat, Rabu (11/8/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pemerintah kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 1 Agustus 2022.

Saat ini untuk Jawa-Bali terdapat 114 daerah dengan status PPKM Level 1 dan 14 daerah berstatus Level 2.

Sementara pada pelaksanaan PPKM Luar Jawa Bali, kondisinya masih sama yaitu 385 daerah berstatus PPKM Level 1, dan hanya 1 daerah berstatus PPKM Level 2.

baca juga:

Selain itu, Presiden Joko Widodo pun meminta vaksinasi dosis ketiga (booster) jadi syarat untuk kegiatan masyarakat yang melibatkan masyarakat banyak.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Satgas Covid-19 pun sudah mengeluarkan surat edaran untuk kegiatan keramaian wajib menyertakan bukti vaksin dosis ketiga.

"Dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga untuk berbagai perjalanan. Jadi tadi bahwa presiden untuk di airport disiapkan untuk vaksinasi dosis ketiga," kata Airlangga Hartarto di Jakarta, dikutip AKURAT.CO, Selasa (5/7/2022).

Seiring dengan diperpanjangnya PPKM, koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat, mulai dari aktivitas keramaian hingga perjalanan, akan diterapkan paling lama dua minggu ke depan.

“Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Selain itu, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi,” ujar Luhut dalam keterangan resminya. 

Keputusan ini dibuat karena capaian vaksinasi booster masih rendah. Sementara belakangan kasus Covid-19 di Indonesia diketahui meningkat signifikan. 

Berdasarkan data Peduli Lindungi, rata-rata orang masuk mall perhari sebesar 1,9 juta orang tetapi hanya 24,6 persen yang sudah booster. 

“Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mall dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi,” ungkap Luhut.