Olahraga

Bonus Piala Thomas Ternyata Bukan Perkara Sederhana

“Ini uang negara jadi mohon publik jangan menafsirkan bahwa kami tidak mau memberikan bonus atau apresiasi,” kata Zainudin Amali soal bonus Piala Thomas.


Bonus Piala Thomas Ternyata Bukan Perkara Sederhana
Presiden Joko Widodo ketika mengangkat Piala Thomas bersama tim yang merebut trofi tersebut di Bali, beberapa hari lalu. (PBSI)

AKURAT.CO, Bonus untuk skuat bulutangkis nasional Indonesia yang memenangi Piala Thomas 2020 ternyata bukan perkara sederhana. Pemerintah masih menjadi target kritik sejalan dengan bergeraknya pihak swasta untuk memberikan bonus bagi pemain peraih supremasi bulutangkis putra dunia tersebut.

Hal tersebut terungkap lewat unggahan pemain penentu dalam kemenangan Indonesia di Piala Thomas yang dihelat di Aarhus, Denmark, Oktober silam itu, Jonatan Christie. Jonatan mengklaim seseorang yang diduga merupakan pengusaha beras asal Jawa Tengah bernama Billy telah memberikan bonus Rp500 juta.

“Terimakasih Pak Billy atas “APRESIASI” yang sangat luar biasa ini. Bahkan sudah cair langsung, dan gak perlu gimmick2,” cuit Jonatan, Jumat (3/12) lalu, sebagaimana dipetik dari Antara.

Warganet bahkan secara terbuka mengkritik Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan mengunggah berita tentang sumbangan pengusaha tersebut di salah satu media arus utama. “Negara kalah sama pengusaha beras. @jonatan979 @sinisukaanthony @FajarAlviaan,” cuit @detii0730.

Jojo–sapaan Jonatan–memang menjadi pemicu awal pembicaraan soal bonus. Diawali dengan mengunggah foto bersama Presiden Joko Widodo yang berkunjung ke Bali di sela turnamen Final BWF World Tour, beberapa hari lalu, dengan menulis caption sindiran yang ditafsirkan warganet tentang bonus Piala Thomas 2020.

Antara menulis pengusaha yang dimaksud adalah Billy Haryano yang juga memegang peran sebagai Dewan Penasehat PBSI. Tinggal di Sragen, Billy diketahui acap menggelar turnamen bulutangkis di wilayahnya termasuk dengan mengundang tim Indonesia ketika dilarang bertanding di All England, Maret lalu.

“Mereka layak dapat (bonus) itu. Sebenarnya tak banyak karena dibagi dengan 14 orang tim Thomas. Saya suka bulutangkis dan kenal secara personal anggota tim Thomas kita termasuk Jojo. Jadi, tidak ada motivasi lain selain alasan itu,” kata Billy.

Adapun Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan soal bonus Piala Thomas. Zainudin membantah bahwa aksi tersebut dilakukannya setelah bonus Piala Thomas mulai ramai dibicarakan di media sosial.

Amali juga mengatakan bahwa ia mesti berhati-hati mengeluarkan bonus karena menggunakan uang negara. “Ini uang negara jadi mohon publik jangan menafsirkan bahwa kami tidak mau memberikan bonus atau apresiasi,” kata Zainudin.[]