Olahraga

Bonus Membengkak dan Gurauan Menkeu-Menpora tentang "Kebohongan" APG Solo

Indonesia meraih 177 emas, 144 perak, dan 50 perunggu di APG Solo 2022 atau melewati target 100 emas dan 126 emas di Malaysia 2017.

Bonus Membengkak dan Gurauan Menkeu-Menpora tentang
Sejumlah perenang bersama pendamping dan tim pelatih renang Indonesia berswafoto usai berakhirnya cabang olahraga para-renang ASEAN Para Games 2022 yang di gelar di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Jumat (5/8). (ANTARA/Aji Styawan)

AKURAT.CO, “Saya sudah sampaikan tadi, ‘Bu, mohon maaf, apa namanya, meleset, meleset ke atas.' Bu Menkeu ketawa aja.”

Kalimat bernada gurau di atas disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, tentang percakapannya dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, selepas sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/8).

Gurauan tersebut membalas gurauan Sri Mulyani sebelumnya yang merasa “dibohongi” soal prestasi kontingen Indonesia yang jauh melampaui target di ASEAN Para Games (APG) Solo 2022. Pasalnya, Sri mesti menyiapkan dana bonus untuk atlet yang lebih besar dari target awal.

baca juga:

Indonesia diketahui mempertahankan status sebagai juara umum di APG Solo 2022 yang ditutup pada 30 Juli lalu. Indonesia meraih 177 emas, 144 perak, dan 50 perunggu atau melewati target 100 emas dan 126 emas yang dicapai ketika menjadi juara umum di Malaysia 2017.

Dari segi jumlah yang harus dikeluarkan Kementerian Keuangan, APG Solo jelas lebih besar karena penghargaan atlet difabel dengan atlet non-difabel diperlakukan setara. Artinya, Kementerian Keuangan bakal membayar jauh lebih besar ketimbang yang diberikan kepada peraih medali di SEA Games, Asian Games, juga olimpiade.

Zainudin mengatakan bahwa pencapaian di APG sejalan dengan tren positif pasukan difabel Indonesia dalam lima tahun terakhir. Salah satu indikasinya adalah setelah menjadi juara umum di APG 2017 Indonesia menempati posisi ke-43 Paralimpiade Tokyo 2020 dari target peringkat ke-60.

“Waktu di (Paralimpiade) Rio De Janeiro itu kan kita peringkat ke-76, akhirnya saya targetkan peringkat 60, enggak tahunya melesat ke 43. Pusing lagi saya Paralimpiade 2024 di Paris,” ucap Zainudin sebagaimana dipetik dari Antara.

Menurut Zainudin, salah satu faktor yang memacu prestasi atlet Indonesia di APG Solo adalah perlakuan yang setara dengan atlet non-difabel. Hanya saja, Zainudin belum memberikan kepastian kapan bonus tersebut bakal diturunkan kepada para juara.

“Jadi mereka merasakan kalau di pemerintah sekarang mereka disetarakan. Kalau yang dulu-dulu kan ndak, selalu beda antara yang difabel sama yang non-difabel,” kata Zainudin.

“Nah, sekarang mereka merasa fasilitas, pelatnasnya, pengirimannya (ke kompetisi internasional), semua sama seperti yang non-difabel. Jadi itu yang membuat mereka akhirnya seperti ‘kami harus tunjukkan bahwa kami juga mampu’,” kata Zainudin.[]