News

Bombardir Israel ke Jalur Gaza Paksa 10 Ribu Warga Palestina Mengungsi

Sejak dimulainya serangan udara Israel pada 10 Mei, sedikitnya 197 orang tewas, termasuk 34 wanita dan 58 anak


Bombardir Israel ke Jalur Gaza Paksa 10 Ribu Warga Palestina Mengungsi
Warga Palestina melakukan salat jenazah untuk 2 wanita dan 8 anak dari keluarga Abu Hatab di Kota Gaza, yang tewas akibat serangan udara Israel pada Sabtu (15/5). (Foto: Associated Press)

AKURAT.CO, Lebih dari 10 ribu warga sipil di Jalur Gaza terpaksa mengungsi akibat serangan Israel. Pernyataan ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki dalam rapat luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Minggu (16/5).

Menurutnya, Israel telah melakukan kejahatan dan menggunakan kekerasan terhadap penduduk di Jalur Gaza yang sudah diblokade.

"Pengeboman biadab di Gaza menyebabkan lebih dari 10 ribu warga Palestina mengungsi dan ratusan rumah hancur di seluruh wilayah," kecamnya, dilansir dari Anadolu Agency.

Maliki mengklaim bahwa Israel berfokus untuk menyerang dengan segala cara, termasuk menjajah dengan menggerebek rumah orang Palestina dan meneriakkan yel-yel 'Matilah orang Arab'. Ia juga meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB), Majelis Umum PBB, Dewan HAM PBB, dan Pengadilan Internasional untuk bertindak. Maliki juga meminta OKI agar membentuk front internasional guna mencegah kejahatan dan eskalasi berbahaya Israel.

Tak sampai di situ, ia menekankan kalau normalisasi dengan Israel berarti mendukung 'sistem rasisme'.

"Normalisasi dengan pemerintah kolonis rasis yang belum mengakhiri pendudukan Israel di tanah Arab dan Palestina berarti mendukung rezim apartheid dan bersekongkol dalam kejahatannya," tambah Maliki.

Rapat luar biasa secara daring oleh komite eksekutif OKI ini diadakan untuk membahas serangan Israel di Palestina.

Israel sendiri telah menggempur Jalur Gaza melalui serangan udara sejak 10 Mei. Akibatnya, sedikitnya 197 orang tewas, termasuk 34 wanita dan 58 anak. Sementara itu, 1.235 orang lainnya luka-luka.

Ketegangan menyebar dari Yerusalem Timur ke Gaza setelah kelompok perlawanan Palestina di sana bersumpah untuk membalas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah jika mereka tidak dihentikan. Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel tahun 1967. Negara itu mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, tetapi tidak diakui oleh komunitas internasional.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co