Rahmah

Bom Bunuh Diri Bukan Jihad, ini Jihad Paling Utama dalam Islam

Bom Bunuh Diri Bukan Jihad, ini Jihad Paling Utama dalam Islam
Ilustrasi - Bom Gereja Katedral Makassar (Akurat.co/Ryan)

AKURAT.CO Para pelaku bom bunuh diri selalu mengatasnamakan jihad dalam melakukan aksinya. Padahal jihad yang paling utama menurut Rasulullah bukan hal lain kecuali mengendalikan hawa nafsu.

Ini berangkat dari hadits sebagai berikut:

رَجَعْتُمْ مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَى الجِهَادِ الأَكْبَرِ فَقِيْلَ وَمَا جِهَادُ الأَكْبَر يَا رَسُوْلَ الله؟ فَقَالَ جِهَادُ النَّفْسِ

baca juga:

Artinya: "Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran besar. Lantas sahabat bertanya, “Apakah pertempuran akbar (yang lebih besar) itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “jihad (memerangi) hawa nafsu.”

Penjelasan hadis di atas jelas bahwa jihad paling besar bukan jihad perang melawan orang kafir yang telah memerangi kita. Apalagi bom bunuh diri, sama sekali itu bukan merupakan tindakan jihad.

Syaikh al-Munawi (w. 1031 H) dalam kitab Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Shaghir juga mengatakan:

الجهاد من جاهد نفسه في ذات الله عز وجل – فإن مجاهدتها أفضل من جهاد الكفار والمنافقين والفجار لأن الشيء إنما يفضل ويشرف بشرف ثمرته وثمرة مجاهدة النفس الهداية {والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا} وكفى به فضلا وقد أمر الله بمجاهدة النفس فقال: وجاهدوا في الله حق جهاده

Artinya: "Memerangi hawa nafsu lebih utama dibanding memerangi orang-orang kafir, munafik, dan penjahat. Hal itu karena sesuatu dapat menjadi utama dan bernilai tinggi dengan melihat dampaknya. Dampak memerangi nafsu adalah diperolehnya hidayah. Allah berfirman, “Orang-orang yang bersungguh-sungguh menaati kami akan kami tunjukkan kepadanya jalan-jalan menuju kami”. Dengan pernyataan ayat tersebut, sudah cukup jelas kemuliaan memerangi nafsu. Allah memerintahkan memerangi nafsu, “dan berjuanglah dalam ketaatan kepada Allah dengan sebenar-benarnya perjuangan”.  (Faidh al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Shaghir, jilid 2, hal. 173).

Kesimpulannya: aksi bom bunuh diri bukan jihad dan tidak termasuk jihad. Sebab tidak pernah dilakukan Nabi. Jihad perang adalah jihad kecil, itu pun dilakukan ketika umat Islam diperangi terlebih dahulu. Jihad paling besar pahalanya adalah jihad melawan hawa nafsu. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu