Rahmah

Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Keluarga Sendiri?

Ketentuan membayar zakat yang benar


Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Keluarga Sendiri?
Ilustrasi beras zakat fitrah (pinterest.com)

AKURAT.CO Dalam Islam diketahui bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat ialah mereka yang masuk dalam kategori salah satu dari delapan golongan sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ 

Artinya: “Sungguh zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana.” (Surat At-Taubah ayat 60).

Lalu bolehkah bila zakat diberikan kepada keluarga sendiri? Ketentuan jawaban ini tercantum dalam Kitab Al-Majmu’ ala Syarhil Muhadzab berikut:

 قوله (ولا يجوز دفعها الي من تلزمه نفقته من الاقارب والزوجات من سهم الفقراء لان ذلك انما جعل للحاجة ولا حاجة بهم مع وجوب النفقة) قال أصحابنا لا يجوز للإنسان أن يدفع إلى ولده ولا والده الذي يلزمه نفقته من سهم الفقراء والمساكين لعلتين (احداهما) أنه غني بنفقته (والثانية) أنه بالدفع إليه يجلب إلى نفسه نفعا وهو منع وجوب النفقة عليه 

Artinya: “Tidak boleh memberikan zakat kepada orang yang wajib untuk menafkahinya dari golongan kerabat dan para istri atas dasar bagian orang-orang fakir. Sebab bagian tersebut hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan, dan tidak ada kebutuhan bagi para kerabat yang telah wajib dinafkahi."

Melalui penjelasan di atas dipahami bahwa memberikan zakat (fitrah) kepada keluarga jika keluarga yang dimaksudkan merupakan orang yang kebutuhannya ditanggung oleh orang yang memberi zakat maka tidak dibolehkan.

Sebaliknya, bila keluarga yang dimaksudkan bukan dari bagian orang yang dalam tanggungan orang yang membayar zakat dan dia masuk dalam kategori dari salah satu delapan kelompok di atas maka dibolehkan. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online