Rahmah

Bolehkah Seorang Laki-laki Menjadi Imam Salat bagi Perempuan yang Bukan Mahram?

Tidak semua kondisi demikian dianggap makruh.


Bolehkah Seorang Laki-laki Menjadi Imam Salat bagi Perempuan yang Bukan Mahram?
Ilustrasi (freepik.com)

AKURAT.CO Umat Islam dianjurkan untuk melakukan salat secara berjamaah, sebab salat jamaah memilki banyak keutamaan dan keistimewaan. Pahala salat jamaah jauh lebih besar dibanding salat yang dilakukan secara individu, yaitu perbandingannya 27:1.

Lalu kemudian muncul sebuah pertanyaan, bolehkah seorang muslim laki-laki menjadi imam bagi perempuan yang bukan mahram? Disebutkan dalam kitab Majmu’ Syarah Muhaddab, juz 4 halaman 277 berikut;

قال المصنف رحمه الله ) ويكره أن يصلي الرجل بامرأة اجنبية لما روى أن النبي صلي الله عليه وسلم قال ” لا يخلون رجل بامرأة فان ثالثهما الشيطان “(

baca juga:

Artinya : “Mushonnif berkata (Dimakruhkan bagi seorang laki-laki sholat dengan perempuan yang bukan mahram karena berdasakan riwayat bahwa Nabi SAW bersabda ‘jangan sampai laki-laki berduan dengan perempuan, karena ketiganya adalah setan’)”

Dari keterangan di atas jelas bahwa hukum laki-laki menjadi imam bagi perempuan bukan mahram adalah makruh. Sebagaimana demikian keterangan hadits Nabi Muhammad SAW.

Perlu dipahami bahwa, yang dimaksud dengan makruh dalam keterangan diatas adalah mahruh tahrim (status makruh yang mendekati hukum haram). Bahkan ada beberapa kalangan mazhab syafi’i yang menyatakan hukumnya haram, baik untuk laki-laki dan perempuan.

Sebagaimana dalam lanjutan keterangan kitab Majmu’ Syarah Muhaddzab berikut,

 )الشرح) المراد بالكراهة كراهة تحريم هذا إذا خلا بها: قال اصحابنا إذا أم الرجل بامرأته أو محرم له وخلا بها جاز بلا كراهة لانه يباح له الخلوة بها في غير الصلاة وان أم باجنبية وخلا بها حرم ذلك عليه وعليها للاحاديث الصحيحة

Artinya : “(Penjelasan) Adapun yang dimaksud dengan makruh disini adalah makruh tahrim. Hal ini apabila laki-laki berduaan dengan perempuan. Sebagian ashab syafi’i berkata apabila seorang laki-laki mengimami istri atau mahramnya dan berduaan dengannya maka hukumnya boleh tanpa adanya kemakruhan.

Karena dia diperbolehkan berduaan diselain waktu sholat. Apabila seseorang menjadi imam berduaan dengan perempuan bukan mahram, maka haram hukumnya berdasarkan keterangan hadis-hadis sohih.”

Namun beda halnya manakala perempuan bukan mahram itu banyak. Maka tidak ada larangan bagi laki-laki muslim untuk menjadi imam bagi perempuan-perempuan mahram tersebut.

Sumber: Bincangsyariah.com