Rahmah

Bolehkah Niat Puasa Tampa Diucapkan dengan Lisan?

Persoalan ini sering menjadi perdebatan.


Bolehkah Niat Puasa Tampa Diucapkan dengan Lisan?
Ilustrasi berpuasa (pinterest.com)

AKURAT.CO Puasa merupakan salah satu amalan yang dilakukan oleh orang Islam. Baik puasa wajib maupun puasa sunah, keduanya memiliki pahala yang sama-sama besar bagi muslim yang melakukan.

Salah satu rukun puasa adalah niat. Niat adalah penegasan status fardu dari ibadah puasa Ramadan. Hal ini menunjukkan kejelasan adanya ibadah, bukan hanya sekadar kehendak menunaikannya.

Tanpa niat maka puasa seseorang tidaklah sah. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Imam ad-Daru Quthni (21/400):

baca juga:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ {الدار قطني وصحيحه عن عائشة}

Artinya: “Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar subuh, maka tidak ada puasa baginya.”

Juga dalam hadits daru Qathni yang Lain (2/172): 

لا صيام لمن لم يفرضه من اليل

Artinya: “Tidak ada puasa bagi orang yang tidak meniatkan puasa semenjak malam.”

Lalu apakah niat itu harus diucapkan dengan lisan? Atau cukup dengan hati? Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (II/23) menjelaskan bahwa sesugguhnya niat dalam hati tanpa lisan sudah cukup:

فإن نوى بقلبه دون لسانه أجزاه

Artinya: “Sesungguhnya niat dengan hati tanpa lisan sudah cukup.” (Imam Nawawi, Al-Majmu’, Daarul ‘Âlimil Kutub, halaman 23).

Dalam kitab I’anatu Thalibin pada bab puasa (صوم), keterangan senada juga ditemukan.