Rahmah

Bolehkah Muslim Menerima Makanan dari Non-Muslim? 

Al-Qur'an menjelaskan tentang ini dengan sangat jelas.


Bolehkah Muslim Menerima Makanan dari Non-Muslim? 
Ilustrasi Makanan (Freepik/KamranAydinov)

AKURAT.CO Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragam. Di dalamnya ada banyak pemeluk agama, dari mulai agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Protestan.

Tidak menutup kemungkinan sebagai sebuah bangsa kita saling berinteraksi dengan pemeluk agama yang berbeda, baik dalam masalah pekerjaan, bisnis, atau interaksi sosial lainnya.

Contoh kecil muamalah/interaksi antara Muslim dan non-Muslim ialah saat pemeluk agama selain Islam itu memberikan makanan saat mereka sedang merayakan hari raya agamanya.

baca juga:

Pertanyaannya, apakah boleh seorang muslim menerima makanan dari non-muslim? Bagaimana hukumnya di dalam Al-Qur'an maupun hadits atau pandangan para ulama?

Menurut Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 5 menyatakan kehalalan semua makanan yang baik. Surat Al-Maidah ayat 5 juga menyebutkan kehalalan makanan Ahli Kitab:

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ 

Artinya: “Pada hari ini dihalalkan bagimu makanan yang baik. Makanan Ahli Kitab halal bagimu. Demikian juga makananmu halal bagi mereka,” (Surat Al-Maidah ayat 5).

Mengutip NU Online, Ibn Batuthah mengangkat ikhtilaf ulama terkait dengan mengkonsumsi makanan atau menerima hadiah dari non-muslim

Dikatakan sebagai berikut:

قال ابن المنذر: واختلف العلماء فى مبايعة من الغالب على ماله الحرام وقبول هداياه وجوائزه، فرخصت طائفة فى ذلك ، كان الحسن البصرى لا يرى بأسا أن يأكل الرجل من طعام العشار والصراف والعامل، ويقول: قد أحل الله طعام اليهود والنصار، وأكله أصحاب رسول الله، وقد قال تعالى فى اليهود:  أكالون للسحت 

Artinya: “Ibnul Mundzir mengatakan, ulama berbeda pendapat perihal muamalah dengan orang yang hartanya lebih dominan haram; perihal menerima hadiah dan pemberiannya. Sekelompok ulama memberikan rukhshah perihal ini. Imam Al-Hasan Al-Bashri memandang tiada masalah seseorang yang mengonsumsi makanan (pemberian) petugas pungutan 1/10, kasir, petugas pembayar gaji. Al-Hasan berkata, ‘Allah menghalalkan makanan orang yahudi dan nasrani. Para sahabat Rasulullah juga memakannya. Padahal, Allah telah menyifatkan orang Yahudi sebagai pemakan riba."

Melalui keterangan di atas jelas bahwa muslim yang menerima makanan dari non-muslim hukumnya boleh. Makanan yang diberinya tetap halal, selagi bukan makanan yang diharamkan dalam agama Islam. Wallahu A'lam.[]