Rahmah

Bolehkah Mengkonsumsi Bekicot?

Bolehkah Mengkonsumsi Bekicot?
Bekicot (South China Morning Post)

AKURAT.CO Kita mungkin pernah tahu ada orang yang memakan bekicot. Entah itu menjadi lauk makan nasi atau untuk tujuan iseng semata.

Hukum memakan bekicot menurut ulama Syafi'iyah, adalah haram. Demikian seperti disampaikan Syekh Kamaluddin ad-Damiri, dalam Hayat al-Hayawan al-Kubra, juz 1, hal. 234:

الحلزون: عود في جوف أنبوبة حجرية يوجد في سواحل البحار وشطوط الأنهار. وهذه الدودة تخرج بنصف بدنها من جوف تلك الأنبوبة الصدفية، وتمشي يمنة ويسرة تطلب مادة تغتذي بها فإذا أحست بلين ورطوبة انبسطت إليها، وإذا أحست بخشونة أو صلابة انقبضت وغاصت في جوف الأنبوبة الصدفية، حذراً من المؤذي لجسمها، وإذا انسابت جرت بيتها معها. وحكمه: التحريم لاستخباثه. وقد قال الرافعي في السرطان أنه يحرم لما فيه من الضرر لأنه داخل في عموم تحريم الصدف. وسيأتي الكلام عليه في باب السين المهملة 

baca juga:

Artinya: “Halzun membiasakan hidup di dalam tempurung yang keras. Hewan ini dapat ditemukan di pinggir lautan dan di tepi sungai. Hewan ini mengeluarkan sebagian badannya dari dalam tempurung kerangnya, lalu berjalan ke kanan dan kiri untuk mencari benda yang dapat ia makan. Ketika dia merasa berada di tempat yang lembut dan basah maka ia akan membeberkan diri pada tempat itu. Dan ketika dia merasa berada di tempat kasar dan kering maka dia akan mengurung dan masuk kedalam tempurung kerang tersebut karena khawatir dari sesuatu yang menyakiti tubuhnya. Ketika dia berjalan maka rumahnya juga bersamanya.  Hukum mengonsumsi hewan ini adalah haram, karena hewan ini dianggap hewan yang menjijikkan (menurut orang Arab).”

Sedangkan dalam pandangan ulama Malkkiyah, mengkonsumsi hewan ini diperbolehkan, selama masih dalam kondisi hidup. Imam Malik seperti yang dikutip dalam kitab al-Mudawwanah al-Kubra, karya Imam Sahnun bin Said at-Tanukhi, juz 3, hal. 111, sebagai berikut:

 ولقد سئل مالك عن شئ يكون في المغرب يقال له الحلزون يكون في الصحارى يتعلق بالشجر أيؤكل قال أراه مثل الجراد ما أخذ منه حيا فسلق أو شوي فلا أرى باكله بأسا وما وجد منه ميتا فلا يؤكل 

Artinya: “Imam Malik pernah ditanya tentang hewan yang ditemukan di tanah Maghrib (Maroko) biasa disebut dengan halzun. Hewan ini biasa berada di hutan belantara dan bergantungan pada pepohonan. Apakah hewan ini dapat dimakan? Beliau menjawab, ‘Aku berpandangan hewan tersebut seperti jarad (belalang) jika diambil dalam keadaan hidup lalu diseduh atau dimasak, sehingga menurutku mengonsumsi hewan tersebut tidak masalah. Sedangkan ketika ditemukan dalam keadaan mati, maka tidak boleh di makan’.”

Kesimpulannya, menurut Mazhab mayoritas, memakan bekicot hukumnya haram, karena termasuk sebagai binatang yang menjijikan. Wallahu A'lam.[]