Rahmah

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah dengan Puasa Qadha Ramadan?

Banyak muslim tidak tahu dengan persoalan penting ini.

Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah dengan Puasa Qadha Ramadan?
Ilustrasi puasa (Diabetes UK)

AKURAT.CO Puasa merupakan salah satu amalan yang dilakukan oleh umat Islam. Seperti diketahui, puasa terdiri atas puasa yang wajib dan puasa yang sunnah. Puasa dilakukan dengan tujuan meningkatkan ketakwaan seorang hamba.

Allah SWT berfirman dalam QS. al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

baca juga:

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, puasa Ramadan wajib hukumnya bagi kaum muslim. Apabila ada halangan, maka seseorang yang meninggalkan puasa Ramadan wajib menggantinya di lain hari. Misalnya, seorang perempuan yang mengalami haid harus mengqadha puasanya di bulan lain.

Di sisi lain, di luar bulan Ramadan, umat Islam diberi kesempatan menambah pahala dengan melaksanakan puasa sunah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud, puasa Asyura, dan lain sebagainya. Pertanyaannya adalah, bagaimana hukum menggabungkan niat puasa sunah sekaligus niat qadha puasa Ramadan?

Perlu diketahui, untuk niat puasa sunah tidak perlu ditambah dengan ikrar ta'yin (menentukan jenis puasanya). Misalnya saat seseorang niat berpuasa sunah bulan Rajab maka cukup mengucap niat, "Saya niat berpuasa karena Allah." Tidak harus ditambah dengan kalimat, "untuk melakukan kesunahan puasa Rajab."

Sedangkan untuk niat qadha puasa Ramadan, hal itu tergolong wajib sehingga harus menentukan jenis puasanya. Misalnya, "Saya niat berpuasa qadha Ramadan fardhu karena Allah."

Adapun menggabungkan niat puasa sunah dengan niat qadha puasa Ramadan hukumnya diperbolehkan.

Bahkan menurut Syekh Al-Barizi, kendati hanya mengucap niat qadha puasa Ramadan tetapi dilakukan di hari yang disunahkan berpuasa, maka kedua pahala dapat diperoleh.