Rahmah

Bolehkah Melihat Kemaluan Pasangan saat Hubungan Badan?

Adab melakukan hubungan intim


Bolehkah Melihat Kemaluan Pasangan saat Hubungan Badan?
Ilustrasi Kamar Suami dan Istri (husewif.com)

AKURAT.CO Salah satu hal yang mesti dilakukan oleh pasangan suami dan istri adalah melakukan jima'. Bahkan hal itu merupakan kesunahan jika dilakukan berlandaskan ajaran-ajaran agama Islam.

Tapi, bolehkah jika dalam melakukan hubungan badan suami atau istri melihat kemaluan pasangan? 

Al-Ghazali, dalam Al-Adab fid Din halaman 175, menyebutkan tentang adab bagi pasangan suami istri saat melakukan hubungan badan. Yaitu sebagai berikut:

آداب الجماع- طيب الرائحة ولطافة الكلمة وإظهار المودة وتقبيل الشهوة والتزام المحبة ثم التسمية وترك النظر إلى الفرج فإنه يورث العمى والستر تحت الإزار وترك استقبال القبلة 

Artinya: “Etika berhubungan badan dengan istri antara lain mengenakan wangi-wangian, menggunakan kata-kata yang lembut, mengekspresikan kasih-mesra, memberikan kecupan menggelora, menunjukkan sayang senantiasa, baca bismillah, tidak melihat kemaluan istri karena konon menurunkan daya penglihatan, mengenakan selimut atau kain (saat bercinta), dan tidak menghadap kiblat."

Dari penjelasan di atas jelas bahwa saat bercinta pasangan suami dan istri hendaknya tidak melihat kemaluan pasangan. Sebab itu merupakan adab di dalam berjima'. 

Selain itu juga ulama lain menjelaskan bahwa saat berhubungan badan tidak boleh di depan orang lain. Demikian dijelaskan oleh Imam An-Nawawi, sebagai berikut:

ويحرم وطء زوجته بحضرة أجنبي أو أجنبية 

Artinya: “Hubungan badan suami dan istri haram dilakukan di hadapan orang lain baik laki-laki maupun perempuan,” (Syekh M Nawawi Banten, Uqudul Lujain fi Bayani Huquqiz Zaujain, [Semarang, Thaha Putra: tanpa catatan tahun], halaman 9).

Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online