Rahmah

Bolehkah Jamak Salat karena Nonton Bola?

Bolehkah Jamak Salat karena Nonton Bola?
Ilustrasi (pinterest.com)

AKURAT.CO Sepak bola adalah olah raga yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Terlebih bagi sebagian besar kaum Adam, sepak bola menjadi olah raga tervaforit.

Terkadang sebagian orang saat nonton sepak bola sampai lupa waktu. Sehingga mereka sampai lupa mengerjakan kewajiban salat.

Lalu bolehkah kita menjamak salat karena alasan nonton bola? 

baca juga:

Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Nabi pernah menjamak shalat zuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya bukan karena khauf (khawatir), sedang berpergian ataupun karena hujan.

Sebagaimana dalam penjelasan kitab Syarah al-Yaqut al-Nafis, halaman 231-232 berikut,

وَمِمَّا يَنْبَغِى اَلتَّنْبِيْهُ عَلَيْهِ: الْحَدِيْثُ الَّذِى فِى صَحِيْحِ مُسْلِمٍ اِذْ قَدْ يشْكِلُ عَلَى البَعْضِ؛ رَوَي مُسْلِمٌ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمَا قَالَ: (جَمَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا سَفَرٍ وَلَا مَطَرٍ) تَكَلَّمَ العُلَمَاءُ عَلَى هَذَا الْحَدِيْثِ، قَالَ اَصْحَابُنَا الشَّافِعِيَّةُ: اَنَّهُ حَمْعٌ صُوْرِيٌّ بِمَعْنَى اَنَّهُ اَخَّرَ الظُّهْرَ اِلَى قَرِيْبِ العَصْرِ، وَعِنْدَمَا اِنْتَهَى مِنْ صَلاَةِ الظُّهْرِ … دَخَلَ وَقْتُ العَصْرِ، فَصَلَّى العَصْرَ. وَقَالَ اخَرُوْنَ قَدْ يَجْمَعُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ الضَرُوْرَةِ، وَ لِهَذَا اَجَازَ البَعْضُ اَلْجَمْعَ عِنْدَ الضَرُورَةِ لِانَّ ابْنَ عَبَّاسِ سُئِلَ عَنِ الْحَدِيْثِ اَلْمُشَارِ اِلَيْهِ فَقَالَ : اَرَادَ اَلاَّ يُحَرِّجَ اُمَّتَهُ. فَلاَ يَجُوْزُ اَلْجَمْعُ فِى الْحَضَرِ اِلاَّ عِنْدِ الضَرُوْرَةِ

Artinya : “Dan termasuk hal yang perlu mendapat perhatian adalah hadis yang berada di dalam Shahih Muslim, lantaran hadis tersebut dianggap musykil oleh sebagian ulama. Imam Muslim meriwayatkan dari Sayyidina Abdullah bin ‘Abbas tentang ungkapan beliau mengenai:

“Rasulullah saw. menjamak shalat Zuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya bukan karena khauf (khawatir), sedang berpergian ataupun karena hujan.” Hadis ini menjadi perbincangan para ulama.

Para pengikut imam Syafi’i mengatakan bahwa: “Jamak yang dilakukan Nabi saw. Adalah Jama’ Shuri (format) saja: Dengan pengertian bahwa Rasulullah mengakhirkan Salat Zuhur di akhir waktu yang mendekati waktu Ashar, dan takala masuk waktu ashar maka beliau langsung melaksanakan salat Ashar.

Pendapat ulama yang lain mengatakan, bahwa Rasulullah terkadang memang menjamak salat dengan alasan darurat (terdesak).

Dari keterangan di atas kita diperbolehkan menjamak salat saat kondisi terdesak dan tidak menjadi kebiasaan. Sedangkan jika dalam posisi nonton bola, tidak termasuk alasan ini, kecuali jika berada dalam tempat yang tidak memungkinkan bagi seorang muslim untuk salat. Sehingga menjamak salat karena nonton bola dan berada di tempat yang normal hukumnya tidak diperbolehkan.

Wallahu A'lam.[]