Rahmah

Bolehkah Berzikir Setelah Salat dengan Suara yang Keras?

Tidak haram dengan syarat memperhatikan dua hal ini


Bolehkah Berzikir Setelah Salat dengan Suara yang Keras?
Ilustrasi berdzikir (pinterest.com)

AKURAT.CO Membaca dzikir secara bersamaan dan diucapkan dengan suara yang keras, lazim dilakukan oleh masyarakat Muslim di dunia, tak terkecuali dengan masyarakat Muslim di Indonesia.

Dalam sebuah hadits disebutkan terkait manfaat membaca dzikir ketika seseorang sedang dalam perkumpulan (jamaah) sebagai berikut:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ (رواه مسلم  

Artinya: "Dari Abi Hurairah ra dan Abi Said al-Khudri ra bahwa keduanya telah menyaksikan Nabi SAW beliau bersabda: Tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat menyelimuti mereka, dan ketenangan hati turun kepada mereka, dan Allah menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya". (HR Muslim).

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa membaca dzikir secara keras setelah melakukan salat fardu sudah dilakukan sejak zaman sahabat Nabi.

Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Abbas RA:

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ، كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه البخاري ومسلم

Artinya: "Dari Ibnu Abbas ra ia berkata bahwa mengerasakan suara dalam berdzikir ketika orang-orang selesai shalat maktubah itu sudah ada pada masa Nabi SAW." (HR Bukhari-Muslim).

Tetapi pada hadits yang lain ada yang menganjurkan agar umat Islam memelankan suara ketika berdzikir, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:

 ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا، وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا (رواه البخاري

Artinya: "Ringankanlan atas diri kalian (jangan mengerasakan suara secara berlebihan) karena susunggunya kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tidak mendengar dan tidak kepada yang ghaib, akan tetapi kalian berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat." (HR Bukhari).

Terkait ini, Imam An-Nawawi berkomentar, sebagai berikut:

Sumber: Nu Online