Rahmah

Bolehkah Berdebat dalam Pandangan Islam?

Debat adalah kegiatan argumentasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat


Bolehkah Berdebat dalam Pandangan Islam?
Ilustrasi berdebat (Unsplash)

AKURAT.CO Debat adalah kegiatan argumentasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat yang bertentangan dengan pendapat orang lain. 

Penyebab terjadinya debat adalah adanya perbedaan pendapat oleh pihak-pihak yang meyakini pendapatnya merupakan suatu kebenaran. Debat terjadi secara alami di dalam kehidupan bermasyarakat.

Fenomena debat yang positif ini tentu saja tidak dilarang dalam Islam, selama tujuannya untuk menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi sebuah umat.

baca juga:

Yang tidak boleh adalah debat kusir. Debat kusir adalah satu perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya, dan sampai akhir debat, pun nggak jelas hasilnya. 

Jadi debat seru ngalor ngidul, antara kusir dan penumpang selama perjalanan. Hingga penumpang sampai ke tujuan, nggak ada hasilnya. Bisa jadi malah semakin ngawur.

Dalam sebuah riwayat, orang yang suka berdebat (tentu saja maksudnya adalah debat kusir) tidak akan diberikan jaminan masuk surga. 

Sebagai berikut;

عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِيْ رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِيْ وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِيْ أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ. رواه ابوداود.

Artinya: "Dari Abu Umamah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau. Dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.” (H.R. Abu Daud).

Debat kusir yang berkepanjangan, biasanya tidak akan menghasilkan solusi, namun justru melahirkan kebencian. Atas alasan inilah Islam melarang debat yang berkepanjangan yang tidak ada pangkal solusinya.

Sumber: NU Online