Lifestyle

ASI Sedikit, Bolehkah ASI Campur Sufor?

Pemberian ASI campur susu formula (sufor), baru bisa dilakukan ketika produksi ASI ibu tidak terlalu banyak. Tapi ada aturan waktu pemberiannya


ASI Sedikit, Bolehkah ASI Campur Sufor?
Ilustrasi bayi minum sufor (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, ASI adalah makanan satu-satunya yang paling baik bagi Si Kecil yang masing bayi, hingga dia berusia enam bulan. Setelah enam bulan, dia mulai membutuhkan asupan gizi lebih.

Inilah mengapa di usia enam bulan, pemberian ASI saja sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi harian bayi, sehingga boleh diberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Idealnya, jika memungkinkan, sebaiknya Bunda tidak memberikan susu formula (sufor) atau makanan dan minuman lain selain ASI, sebelum bayi berusia enam bulan.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, pemberian ASI campur susu formula (sufor), baru bisa dilakukan ketika produksi ASI ibu tidak terlalu banyak lagi.

Sebab, jika ASI ibu kurang, maka otomatis asupan nutrisi harian bayi juga bisa kurang. Bila usia bayi masih kurang dari enam bulan, produksi ASI ibu yang kurang ini dapat diakali dengan pemberian sufor guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Sementara bila usia bayi sudah di atas enam bulan, Bunda bisa memberikan susu formula lebih dominan, secara bergantian dengan ASI disertai dengan MPASI.

Saat pemberian ASI campur sufor ini, tetaplah harus diperhatikan produksi ASI ibu rendah setiap waktu. Sebab, terkadang pasokan ASI yang rendah bisa saja hanya berlangsung sementara dan nantinya akan kembali seperti semula, lebih lancar.

Dilansir dari laman Pregnancy Birth Baby, produksi ASI yang rendah bisa dikarenakan tidak cukupnya jaringan payudara, untuk menghasilkan ASI. Kondisi ini dapat disebabkan karena pernah menjalani operasi payudara sebelumnya, maupun mengalami kondisi medis lainnya.

Jika produksi ASI masih keluar meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, ASI campur susu formula (sufor) tetap bisa dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan bayi.

Beberapa hal mungkin juga bisa menjadi tanda bahwa bayi membutuhkan asupan tambahan dari susu formula, selain dari ASI:

  • Payudara Bunda tidak terasa ringan atau kosong setelah menyusui. Ini bisa menjadi tanda bahwa bayi tidak cukup banyak mendapatkan ASI.
  • Bayi yang berusia lebih dari 5 hari hanya buang air kecil kurang dari 6 kali per hari.
  • Bayi juga rewel dan terlihat lesu sepanjang hari. Padahal sudah diberi ASI beberapa kali.

Dilansir dari laman La Leche League International, pemberian ASI dan susu formula lebih baik dilakukan secara terpisah tetapi tetap bergantian. Jadi, ASI campur sufor di sini maksudnya bukan diberikan bersamaan di dalam satu botol, melainkan bisa diberikan secara bergantian, saling mengisi.

Bunda bisa memberikan ASI untuk bayi selama beberapa kali dalam sehari dan menyelinginya dengan susu formula. Namun, sebelum memberikan ASI campur susu formula (sufor) untuk bayi, sebaiknya ketahui dulu cara yang tepat. 

Bila Bunda memang ingin memberikan anak susu formula, sebaiknya jangan dicampur dalam satu botol dengan ASI untuk satu kali sesi menyusui.

Berikanlah susu formula pada waktu yang berbeda dengan ASI, misalnya sufor di pagi hari dan siangnya jadwal menyusui ASI.

Alasan di balik hal ini, yakni karena mencampurkan ASI dan susu formula dapat membuat ASI terbuang percuma bila tidak dihabiskan Si Kecil. Dengan kata lain, ASI campur sufor di dalam satu botol yang sama, dapat membuat asupan ASI bayi kurang optimal karena Si Kecil terbiasa meminum sufor.

Padahal, Bunda masih mampu untuk memberikan banyak porsi ASI untuk bayi. Lama-kelamaan, mungkin jumlah ASI akan berkurang karena produksinya tidak dimaksimalkan. Jadi, sebaiknya pemberian ASI dan sufor bisa dilakukan secara bergantian pada waktu dan tempat yang berbeda.

Selain itu, pemberian ASI campur sufor dalam satu botol yang sama, dapat berpengaruh pada nutrisi keduanya. Pemberian ASI campur sufor bisa dilakukan secara bertahap, sampai nantinya bayi terbiasa.

Coba konsultasikan lebih lanjut dengan dokter, untuk mendapatkan saran terbaik mengenai waktu pemberian susu formula untuk bayi. Pasalnya, setiap kondisi yang berbeda membutuhkan pendekatan dalam pemberian ASI dan susu formula yang berbeda pula.[]