Lifestyle

Boleh Latihan Fisik Saat Berpuasa, Asal...

Perlu adanya sejumlah penyesuaian ketika hendak melakukan latihan fisik saat berpuasa


Boleh Latihan Fisik Saat Berpuasa, Asal...
Ilustrasi olahraga menggunakan masker (TDBN)

AKURAT.CO, Berpuasa di bulan Ramadan tak berarti menjadi halangan untuk tetap melaksanakan latihan fisik rutin demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Perlu adanya sejumlah penyesuaian yang perlu kamu lakukan.

Dokter spesialis Kedokteran Olahraga Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) sekaligus staf pengajar di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, Listya Tresnanti Mirtha menyebutkan salah satu penyesuaiannya adalah frekuensi latihan yang tidak sesering pada hari-hari biasanya.

"Intesitas latihan juga lebih ringan dari biasanya, waktu dibuat lebih singkat dan jenis latihan diutamakan yang bersifat aerobik," ujar dia dalam seminar awam yang digelar RSUI via daring, ditulis Sabtu, (10/4).

Dari sisi frekuensi, kamu bisa melakukan latihan fisik tiga kali dalam seminggu dengan durasi 10-15 menit saat pagi setelah shalat subuh atau sore hari selama 30 menit menjelang waktu berbuka puasa.

Pilihan latihannya, bisa berlari atau olahraga seperti sepak bola, atau latihan pembentukan otot. Listya mengingatkan kamu untuk sebelumnya melakukan pemanasan selama 10-15 menit, diikuti latihan inti dan pendinginan selama 5-10 menit.

Setelahnya, jangan lupa memeriksa denyut jantung kamu untuk mengetahui kemampuan maksimal kerja jantung. Caranya, dengan menghitung denyut nadi per 15 detik dan hasilnya dikali dengan 4.

Listya membantah anggapan berpuasa bisa mengganggu kinerja dan membuat seseorang menjadi tak produktif. Menurut dia, berpuasa bila juga diselingi latihan fisik sesuai anjuran pakar kesehatan akan membuat tubuh tetap bugar sekaligus memelihara produktivitas.

"Latihan fisik kaitannya dengan imunitas tubuh sekaligus menunda kemunulan difusngsi tubuh terkait penrtambahan usia, meningkatkan sirkulasi darah dan memiliki efek anti-inflamasi," demikian kata dia.

Bersepeda secara teratur misalnya, diketahui membuat seseorang berisiko 15 persen lebih sedikit terkena serangan jantung daripada mereka yang bukan pengendara sepeda. Latihan ini juga bisa memperkuat otot jantung dan paru-paru, memperbaiki sirkulasi tubuh dan menurunkan kadar lemak darah.[]

Sumber: Antara

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu