Rahmah

Bocoran dari Nabi, Begini Cara Melihat Apakah Ibadah Seseorang Diterima Atau Tidak

Tanda-tanda diterimanya ibadah seseorang


Bocoran dari Nabi, Begini Cara Melihat Apakah Ibadah Seseorang Diterima Atau Tidak
Ilustrasi ibadah salat

AKURAT.CO Setiap orang pasti ingin ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Tetapi kenyataannya, tidak semua ibadah seseorang bisa diterima oleh Allah.

Ibnu Athaillah As-Sakandari pernah berkata demikian:

من وجد ثمرة عمله عاجلاً فهو دليل على وجود القبول

Artinya: “Siapa yang memetik buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amalnya."

Terkait apakah ibadah seseorang diterima atau tidak, Syekh Ahmad Zarruq, dalam Syarhul Hikam menegaskan demikian:

وفى الحديث الصحيح قول ذلك الصحابي: فمنا من أينعت له ثمرته فهو يهديها، ومنا من مات لم يستوف من أجره شيئا منهم مصعب بن عمير رضى الله عنهم أجمعين. ومن طيب الحياة حلاوة الطاعة، فمن ثم يصح كونها ثمرة لا من حيث ذاتها فتدبر ذلك، وبالله التوفيق. 

Artinya: “Dalam hadits shahih seorang sahabat Rasul berkata, ‘Sebagian kami ada yang memiliki ‘buah’ matang, lalu Allah menghadiahkan untuknya. Tetapi sebagian kami ada yang wafat dan belum sempat mencicipi buah dari amalnya, salah satu dari mereka adalah Mush‘ab bin Umair RA.’ Salah satu bentuk ketenangan hidup adalah merasakan kelezatan aktivitas ibadah. Dari sini kemudian dapat dipahami bahwa kelezatan aktivitas ibadah itu sendiri bisa disebut sebagai bentuk dari buah amal, bukan sekadar aktivitasnya itu sendiri."

Kesimpulannya; tanda bahwa ibadah seseorang diterima adalah ketika seseorang terlihat menikmati dalam beribadah. Aktivitas ibadahnya dirasa lezat bagi dirinya. Bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online