Tech

Bobol Situs Bansos Covid-19 AS, 2 Hacker Indonesia Diciduk Polisi

Dua hacker Indonesia ditangkap setelah membobol situs bansos Covid-19 AS


Bobol Situs Bansos Covid-19 AS, 2 Hacker Indonesia Diciduk Polisi
Bobol Situs Bansos Covid-19 Amerika, 2 Hacker Indonesia Diciduk Polisi (dok. Humas Polda Jatim)

AKURAT.CO, Dua hacker atau peretas pembuat dan penyebar scampage (website palsu) yang menyerupai website resmi pemerintahan negara Amerika Serikat (AS) diciduk Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Kedua tersangka berinisial SFR dan MZM merupakan warga negara Indonesia.

Mereka beraksi untuk mencuri data warga negara AS agar bisa mencairkan dana Pandemic Unemployment Assistance (PUA). Modus yang digunakan adalah dengan mengirim SMS blast agar warga AS mengklik tautan tersebut. Setelah diklik, warga yang tertipu kemudian mengisi identitasnya. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan jumlah laman palsu yang dibuat ada 14. 

Laman tersebut lalu disebar menggunakan software atau SMS blast. Setelah diterima, ada warga yang tertipu dan ada yang tidak, di mana yang tertipu membuka link laman dan mengisi datanya.

"Tindak pidana yang dilakukan ada tiga. Pertama, pelaku membuat laman palsu, kedua, menyebarkan laman palsu ini, dan yang ketiga, mengambil data orang lain secara ilegal," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dalam rilisnya, Kamis (15/4/2021).

Kapolda mengungkapkan para tersangka membuat kegiatan ini sejak Mei 2020 sampai dengan Maret 2021. Para tersangka menyebarkan domain palsu ini ke 27 juta nomor telepon warga AS.

Dengan situs palsu tersebut, pelaku berhasil mengambil data pribadi 30 ribu warga AS secara ilegal untuk kemudian mengklaim dana bantuan dari pemerintah AS.

Kerugian dalam kasus ini ditaksir mencapai 60 juta dolar AS.

"Ada 30 ribu data dari 14 negara bagian AS yang telah diambil secara ilegal, tiap orang dapat USD2.000 sehingga total ada USD60 juta," imbuhnya.

Irjen Nico menjelaskan saat ini polisi masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain termasuk warga negara asing. Pihaknya bekerja sama dengan FBI melalui Hubinter Mabes Polri menangani kasus ini. 

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 laptop, foto-foto situs resmi dan palsu, ponsel hingga beberapa kartu ATM dari tangan tersangka. Pelaku dijerat tentang Undang-Undang Elektronik No 55 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu