News

BNPB Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Gempa Banten

BNPB memberikan bantuan logistik dan sejumlah peralatan kepada masyarakat terdampak gempa Magnitudo 6,6 di Kabupaten Pandeglang, Banten.


BNPB Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Gempa Banten
Sejumlah rumah rusak akibat terdampak gempa Magnitudo 6,6 di Kabupaten Pandeglang, Banten yang terjadi pada Jumat 14 Januari 2022 pukul 16.05 WIB. (Dok. BNPB)

AKURAT.CO, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan logistik dan sejumlah peralatan kepada masyarakat terdampak gempa Magnitudo 6,6 di Kabupaten Pandeglang, Banten yang terjadi pada Jumat 14 Januari 2022 pukul 16.05 WIB.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kepala BNPB Suharyanto kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

"Adapun beberapa dukungan tersebut meliputi tiga set tenda pengungsi, 300 selimut, 5.000 masker KF94, 500 paket perlengkapan keluarga dan permakanan," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari yang dikutip dari laman resmi BNPB, Jakarta, Sabtu (15/1/2022).

baca juga:

Sebelumnya, dua jam setelah terjadinya gempa bumi, Suharyanto telah memerintahkan jajaran BNPB untuk turun langsung ke lokasi terdampak guna kaji cepat dan memberikan pendampingan lebih lanjut kepada pemerintah daerah. 

Intruksi itu segera ditindak lanjuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB dan Tim Penanganan Darurat beserta Tim Logistik dan Peralatan BNPB.

Sebagai informasi, gempa di Banten membuat sebanyak 738 unit rumah dilaporkan rusak di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akibat gempa magnitudo 6,6 yang terjadi Jumat 14 Januari 2022 pukul 16.05 WIB. Hal itu dipastikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Girgi Jantoro.

Bangunan rumah yang rusak tersebar di 27 kecamatan dan 113 desa. Namun, yang terparah di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik. 

Sedangkan sarana pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan tempat ibadah yang rusak di antaranya gedung sekolah 13 unit, puskesmas 14 unit, kantor desa tiga unit, masjid empat unit dan satu unit tempat usaha.

Menurutnya, data tersebut kemungkinan akan bertambah. Sebab hingga saat ini masih dalam proses pendataan. 

"Kami hingga kini masih melakukan pendataan jumlah kerusakan bangunan dan belum mendata jiwa terdampak bencana," katanya. []