News

BNNP-BPMD Bentuk Desa Bersinar Cegah Peredaran Narkoba di Sulteng

BNNP Sulteng menggandeng BPMD Sulteng untuk membentuk desa bersih dari narkoba di setiap desa di provinsi setempat dalam rangka mencegah narkoba


BNNP-BPMD Bentuk Desa Bersinar Cegah Peredaran Narkoba di Sulteng
Ilustrasi Narkoba (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Sulteng untuk membentuk desa bersih dari narkoba (Bersinar) di setiap desa di provinsi setempat dalam rangka mencegah narkoba.

"Ini kita libatkan pemerintah desa atau kelurahan, desa dan kelurahan merupakan wilayah terdepan dalam satu daerah. Kalau masyarakat desanya bersinar dan baik, maka kecamatannya akan baik, kalau kecamatannya baik, maka kabupaten dan kotanya akan baik, kalau kabupaten/kotanya baik maka provinsinya akan baik, begitu seterusnya," ucap Kepala BNNP Sulteng Brigjen Polisi Monang Situmorang, di Palu, Kamis (03/06/2021).

Brigjen Pol Monang mengatakan, BNNP Sulteng bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, untuk membentuk bersama-sama memberdayakan masyarakat dalam pencegahan narkoba lewat program pembentukan desa Bersinar.

Ia menjelaskan, lewat pembentukan desa Bersinar, pencegahan narkoba yang dilakukan melibatkan unsur-unsur dan kearifan lokal yang ada di setiap desa. Misalnya unsur organisasi yang terdiri dari Karang Taruna, PKK, Remaja Islam Masjid, dan organisasi kepemudaan di desa.

Selain itu, juga melibatkan para tokoh agama dari semua agama yang ada di desa, untuk turut berperan bersama seluruh aparatur desa dalam menangkal peredaran narkoba.

"Jadi mereka inilah yang akan dilatih, dibina terlebih dahulu. Kemudian mereka akan menjadi penyuluh untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang ada di dusun-dusun di desa," sebutnya.

Sehingga masyarakat di desa hingga di tingkat dusun memahami bahaya narkoba, katanya lagi.

Ia mengatakan hal itu sangat penting dilakukan, karena saat ini para pengedar dan bandar narkoba menjadikan desa atau wilayah terpencil sebagai sasaran.

"Mereka lari ke desa, karena masyarakat di desa belum mengetahui tentang dampak dan bahaya narkoba," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu ada gerakan dan kesepahaman bersama untuk mencegah peredaran narkoba yang dimulai dari tingkat desa.

"Kalau masyarakat desa sudah mengetahui dampak buruk dari narkoba, maka masyarakat di desa tidak akan mudah terpancing untuk memakai narkoba," sebutnya.[]

Sumber: ANTARA