News

BNN Kalbar Musnahkan 200 Gram Sabu Milik Oknum Polisi Aktif

Tersangka memasukkan narkotika jenis sabu dari Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang


BNN Kalbar Musnahkan 200 Gram Sabu Milik Oknum Polisi Aktif
Tersangka YD, oknum polisi aktif di Kalbar, mengenakan seragam tahanan nomor 35 di dada saat dihadirkan dalam kegiatan pemusnahan barang bukti di BNNP Kalbar, Rabu 18 Mei 2022. (Repro)

AKURAT.CO, Sebanyak 200 gram sabu dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat, Rabu (18/5/2022). Sabu yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari pengungkapan kasus di Jalan Situt Machmud, Pontianak Utara.

"Barang bukti ini kita sita dari tangan seorang oknum anggota polisi aktif insial YD," kata Direktur Pemberantasan BNN Provinsi Kalbar Kombes Ade Yana Supriyana di Pontianak. 

Sabu dimusnahkan dengan menggunakan mesin incenerator. Tersangka YD (35), pemilik sabu, dan tersangka lainnya KO (34) turut dihadirkan saat pemusnahan dilakukan.

baca juga:

YD dan KO ditangkap di depan penyeberangan feri, Jalan Situt Machmud, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat, 21 April 2022 sekira pukul 05.15 WIB.

Tersangka memasukkan narkotika jenis sabu dari Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, perbatasan Kalbar-Malaysia, melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda empat ke Kota Pontianak.

Pengungkapan kasus berawal dari informasi yang diterima BNNP bahwa akan ada rencana penyelundupan narkotika, target datang dari arah Kecamatan Jagoi Babang.

Saat lidik tim mendapati kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza warna abu-abu yang mencurigakan, selanjutnya tim membuntuti hingga ke depan Terminal Pasar Puring, kemudian kendaraan tersebut berhenti di depan Penyeberangan Feri Siantan.

"Setelah sampai di Pasar Puring tim mengamankan pelaku. Dari hasil penggeledahan di dalam mobil didapati barang bukti narkoba jenis sabu," ujar Ade.

Tersangka YD mengaku mendapatkan sabu dari seorang bernama Jali alias Pak Itam yang berdomisili di Jagoi Babang. Sabu diserahkan Jali kepada YD dengan maksud untuk membayar utang Rp 70 juta. 

"J atau PI menawarkan pembayaran hutang dengan narkotika jenis sabu dan disetujui oleh YD. J saat ini DPO," kata Ade Yana yang juga menyebutkan YD sebelumnya telah melanggar kode etik.[]