Ekonomi

BNI Catat Telah Tawarkan KUR Super Mikro Bagi 13.525 Alumni Kartu Prakerja

BNI Catat Telah Tawarkan KUR Super Mikro Bagi 13.525 Alumni Kartu Prakerja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto (tengah) dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto (kanan) menyerahkan secara simbolis KUR kepada para alumni Kartu Prakerja di Jakarta, Kamis (8 April 2021). Pemberian tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI yang hingga 31 Maret 2021 telah mencapai Rp7,1 Triliun kepada 72 ribu penerima di seluruh Indonesia. (DOK/Humas BNI)

AKURAT.CO Bank Negara Indonesia (BNI) telah menawarkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro kepada 13.525 alumni Kartu Prakerja.

“Per tadi pagi hingga pukul 12.00 WIB WIB ada 13 ribuan yang telah lulus dan tersentuh jaringan digitalisasi kami mendapatkan WhatsApp blast,” kata GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo saat Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja melalui Pembiayaan KUR di Jakarta, Kamis.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak 777 calon debitur juga telah mengajukan kredit. Ia juga menjelaskan proses pengajuan KUR super mikro cukup mudah hanya dengan menekan link yang ada pada WhatsApp blast dan mengisi e-form KUR digital. 

baca juga:

“Cukup mengisi tiga pertanyaan yaitu nomor handphone, bidang usaha, dan omset. Kemudian petugas BNI akan melakukan follow up,” ujarnya.

Sedangkan bagi para alumni kartu pra kerja yang belum mendapatkan pemberitahuan pengajuan KUR super mikro disarankan untuk mengunjungi cabang BNI terdekat untuk melengkapi data.

BNI sebagai mitra pemerintah telah mengunduh data alumni Kartu Prakerja dari Kementerian Koordinator Perekonomian pada 25 Maret lalu dan pada 5 April lalu data-data para alumni mulai disebarkan kepada daerah.

BNI mencatat dari 5,9 juta peserta Kartu Prakerja, sebanyak 387 ribu di antaranya berminat menjadi wirausaha, dan sebanyak 70 persen penerima menggunakan insentif untuk modal usaha.

Kebijakan KUR super mikro diatur dalam Permenko Nomor 15 tahun 2020 dengan sasaran penerima pekerja terkena PHK atau ibu rumah tangga yang melakukan usaha.

Batasan maksimum kredit yang diberikan sebesar Rp10 juta dengan suku bunga yang disubsidi menjadi 3 persen hingga Juni 2021 dengan tanpa batasan total akumulasi plafon KUR.

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu