Ekonomi

BNI Catat Layanan Digital Dimanfaatkan 22,6 Juta Warga

BNI catat digitalisasi layanan perbankan dimanfaatkan 22,6 juta warga yang berkontribusi dorong program inklusi keuangan masyarakat


BNI Catat Layanan Digital Dimanfaatkan 22,6 Juta Warga
Teller Bank BNI melayani nasabah di Gedung BNI Pusat, Jakarta, Senin (23/7/2018) .PT Bank Negara Indonesia (BNI) membukukan laba bersih sebesar Rp 7,44 triliun pada Semester Pertama 2018 atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari penyaluran kredit Makro dan Mikro. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Bank BNI mencatat digitalisasi layanan perbankan dimanfaatkan 22,6 juta warga yang berkontribusi mendorong program inklusi keuangan masyarakat.

"Kami sebagai salah satu anggota Himbara serta agen pembangunan terus berperan aktif mendukung keuangan digital," kata Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI YB Harianto dilansir dari Antara, Rabu (28/10/2020).

Menurut dia, BNI menyalurkan program pemerintah di antaranya bantuan sosial berupa program keluarga harapan (PKH), PNM Mekaar, bantuan presiden produktif, termasuk peran dari bank BUMN ini melalui agen keuangan nonbank atau Agen46.

Hingga September 2020, kata dia, pihaknya sudah menyalurkan Rp50,01 triliun kepada 22,6 juta penerima bansos.

Melalui digitalisasi layanan perbankan itu, ia mengharapkan mendorong upaya pemerintah dan regulator mempercepat inklusi keuangan.

Target program itu, kata dia, memastikan masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas, tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Hingga saat ini, imbuh dia, berbagai solusi digital telah diberikan BNI untuk menjawab tantangan inklusi keuangan hingga perdesaan melalui Agen46.

Selain itu, melalui fitur mobile banking yang kini mencapai tujuh juta pengguna aktif, program pertanian cerdas dengan teknologi sensor tanah dan cuaca, sehingga dapat memberikan rekomendasi bagi petani mengenai waktu tanam dan pupuk, hingga waktu pengairan.

"Ini menjadi jalan masuk bagi BNI untuk memberikan bantuan lain bagi petani, yaitu dukungan pembiayaan," katanya.

Selain itu juga ada Kartu Tani, aplikasi penyaluran kredit UMKM secara digital, perbankan terbuka melalui Application Programming Interface (API) bagi semua penyedia layanan keuangan, hingga kartu uang elektronik TapCash.

Kemudian, sistem pembayaran digital berbasis barcode atau QRIS, layanan membuka rekening dengan BNI Sonic, kemudian layanan mendukung proses digitalisasi dalam inklusi keuangan khususnya pembukaan rekening tabungan, BNI Mobile Remittance hingga mesin transaksi EDC.[]

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu