News

BMKG Ungkap Alasan Penyebab Ciputat Jadi Daerah Terpanas di Indonesia

Tinggi rendahnya suhu udara permukaan di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor.


BMKG Ungkap Alasan Penyebab Ciputat Jadi Daerah Terpanas di Indonesia
Warga melintas di hutan buatan di kawasan Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Menurut BMKG, suhu panas yang terjadi di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara dan sekitarnya berasal dari gerak semu matahari yang dominan terjadi di selatan Khatulistiwa. Fenomena tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi lebih banyak. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menempatkan daerah Ciputat, Tangerang Selatan sebagai daerah dengan suhu terpanas di Indonesia pada periode 1-11 Mei tahun ini.

Data pemantauan suhu udara maksimum yang diukur Balai BMKG menyimpulkan bahwa menunjukkan daerah suhu panas Ciputat berkisar antara 33.8-36.0 derajat celsius. Nilai ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya.

Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saefudin mengungkapkan alasan-alasan ilmiah wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, menjadi daerah dengan suhu panas se-Indonesia. 

baca juga:

"Ini kemungkinan karena wilayah Ciputat dan sekitarnya berada pada elevasi rendah dan cukup dekat dengan permukaan laut," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (12/5/2022). 

Dia menjelaskan, tinggi rendahnya suhu udara permukaan di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya faktor posisi lintang, topografi, jarak dari lautan, sirkulasi udara, dan faktor lokal, seperti tutupan lahan atau anyak tidaknya pepohonan, atau dominasi pembangunan perkotaan. 

Selain itu, kata dia, tutupan lahan yang didominasi oleh bangunan dan minimnya area pepohonan juga memengaruhi peningkatan suhu udara permukaan di Ciputat. Keberadaan bangunan dengan ketinggian homogen juga berpengaruh pada kurang lancarnya aliran udara permukaan.

"Jadi faktor secara umumnya adalah kondisi lokal lingkungan di wilayah Ciputat sangat berpengaruh juga terhadap kondisi suhu yang lebih panas dibandingkan sekitarnya," ungkapnya. 

Berdasarkan peta perkiraan awal musim kemarau BMKG, saat ini sebagian besar wilayah Jawa mulai memasuki awal musim kemarau. Sementara sebagian lainnya masih periode transisi.[]